Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Prakarya Kelas 11 - erapandu

Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Prakarya Kelas 11

Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Prakarya Kelas 11

Rangkuman Materi Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Prakarya SMA Kelas 11 - Mempelajari perancangan usaha, sistem produksi, perhitungan titik impas, strategi promosi produk, dan kegiatan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar.

Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh

A. Perencanaan Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

1. Ide dan Peluang Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Seorang wirausahawan harus dapat memanfaatkan peluang usaha secara sistematis dimulai dari analisis sumber-sumber peluang usaha secara luas. 

Persiapan yang dapat kalian lakukan dalam menganalisis peluang usaha

  • Meneliti berapa luas usaha yang akan dipilih. 
  • Bentuk usaha apa yang akan dipilih. 
  • Jenis usaha apa yang akan ditekuni. 
  • Informasi usaha yang akan diterima. 
  • Ada atau tidaknya peta usaha yang menguntungkan.

Tujuan dalam mengembangkan ide dan peluang usaha pada produk kerajinan:

  • Ide dalam pembuatan produk agar diminati konsumen. 
  • Ide dalam pembuatan produk agar dapat memenangkan persaingan. 
  • Ide dalam pembuatan dan pendayagunaan sumber-sumber produksi. 
  • Ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen di dalam pembelian dan penggunaan produk. 
  • Ide dalam pembuatan desain, model, corak, warna produk agar disenangi konsumen.

Secara rinci ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menganalisis peluang usaha produk kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar

a. Penetapan Kelayakan Usaha

Langkah-langkah dalam penetapan kelayakan usaha:

  • Analisis Kelayakan Teknis
  • Analisis Peluang Pasar
  • Menentukan Segmen Pasar
  • Sumber Informasi Pasar
  • Uji Coba Menjua
  • Studi Kelayakan Pasar

b. Analisis Kelayakan Finansial

Langkah dasar sebagai alternatif dalam analisis kelayakan fnansial:

  • Penentuan kebutuhan fnansial total dengan dana yang diperlukan untuk operasional
  • Penentuan sumber daya fnansial yang tersedia

c. Membedakan Persaingan

Semua usaha produk kerajinan akan menghadapi persaingan baik persaingan langsung yaitu dari produk kerajinan yang sejenis maupun dengan produk perusahaan kerajinan lain pada pasar yang sama. 

Analisis persaingan ini sangat penting dalam rangka pengembangan dan keberlanjutan usaha produk kerajinan yang dikembangkan.

2. Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

  • Man (Manusia): Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia adalah salah satu faktor produksi selain tanah, modal, dan keterampilan.
  • Money (Uang): Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan.
  • Material (Fisik): berusaha untuk memperoleh bahan mentah dengan harga paling murah, menggunakan cara pengangkutan yang murah dan membuat proses pengolahan seefsien mungkin.
  • Machine (Teknologi): mesin modern yang memungkinkan peningkatan produksi sangat tinggi.
  • Method (Metode): Metode sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efsien
  • Market (Pasar): menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan.

3. Perencanaan Administrasi Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Administrasi adalah proses dan tata cara kerja yang terdapat pada setiap usaha, baik usaha kenegaraan maupun swasta, usaha sipil maupun militer, atau usaha besar maupun kecil. 

Pencatatan semua kegiatan usaha yang diperlukan bagi kelancaran dan pengelolaan perusahaan merupakan tugas administrasi. 

Tugas tersebut meliputi pencatatan datadata transaksi bisnis, keuangan, produksi, persediaan produksi, dan lain-lain. 

Tujuan dari adanya administrasi adalah:

  • memonitor kegiatan administrasi perusahaannya,
  • mengevaluasi kegiatan-kegiatan pengorganisasian perusahaannya, 
  • menyusun program pengembangan usaha dan kegiatan pengorganisasian perusahaannya, 
  • mengamankan kegiatan-kegiatan usaha dan organisasi perusahaannya.

Perencanaan administrasi usaha kerajinan:

  • Perizinan Usaha
  • Surat Menyurat
  • Pencatatan Transaksi Barang/Jasa
  • Pencatatan Transaksi Keuangan
  • Pajak

4. Perencanaan Pemasaran Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Pemasaran tidak hanya bagaimana memasarkan produk supaya laku, tetapi juga harus memiliki nilai lebih bagi pelanggannya.

Aspek-aspek Pemasaran:

  • Memahami seni menjual: penjual itu tidak hanya menjual produk atau bisnisnya saja, tetapi juga menjual kualitas produk tersebut.
  • Menetapkan harga jual: penetapan harga harus disesuaikan dengan target pasar, segmen pasar, dan posisi produk di pasar.
  • Menganalisis kepuasan pelanggan: Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja produk (hasil) yang bisa dirasakan dan sesuai dengan harapannya.
  • Promosi: Promosi adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna mengomunikasikan, mengenalkan, dan mempopulerkan kepada pasar sasarannya.

Download Rangkuman Materi Pelajaran Tingkat SMP dan SMA 

Buka/Unduh

B. Sistem Produksi Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Secara umum jenis bahan limbah untuk produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu bahan limbah berbentuk bangun datar dan bahan limbah berbentuk bangun ruang.

1. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

  • Kerajinan dari Limbah Kulit Jagung

Kerajinan dari kulit jagung

  • Kerajinan dari Limbah Plastik

Kerajinan dari Limbah Plastik

  • Kerajinan dari Limbah Daun Pelepah Pisang

Kerajinan dari Limbah Daun Pelepah Pisang

  • Kerajinan dari Limbah Kertas

Limbah kertas dapat digunakan sebagai benda kerajinan dengan berbagai teknik seperti teknik anyaman, teknik sobek, teknik lipat, dan teknik gulung (pilin).

Kerajinan dari Limbah Kertas
Kerajinan dari Limbah Kertas

  • Kerajinan dari Limbah Kain Perca

Produksi pakaian yang dilakukan oleh para penjahit atau konveksi, menghasilkan banyak limbah kain yang biasa disebut kain perca.

Contoh kerajinan sandal dari limbah kain perca. 

Kerajinan dari Limbah Kain Perca

Kerajinan dari Limbah Kardus

Kerajinan dari Limbah Kardus

  • Kerajinan dari Limbah Sisik Ikan

Limbah sisik ikan bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan aksesori seperti anting-anting, cincin, kalung, bros, dan gelang. Hasilnya terlihat unik, artistik, dan menarik.

Kerajinan dari Limbah Sisik Ikan

  • Kerajinan dari Pecahan Keramik

Pecahan-pecahan keramik dapat dijadikan sebagai hiasan mozaik, atau hiasan yang lainnya.

Kerajinan dari Pecahan Keramik

2. Manfaat Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

  • Manfaat Produk Kerajinan sebagai Benda Pakai
  • Manfaat Produk Kerajinan sebagai Benda Hias

3. Potensi Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Contoh hasil limbah berbentuk bangun datar yang dapat dimanfaatkan untuk kerajinan, dilihat dari kondisi wilayahnya.

  • Daerah pesisir pantai atau laut 

Limbah berbentuk bangun datar yang banyak tersedia adalah sisik ikan, daun pandan, daun kelapa dan lainnya. 

  • Daerah pegunungan 

Limbah berbentuk bangun datar yang banyak dihasilkan di daerah ini adalah daun-daunan kering, kulit buah-buahan yang bertekstur keras seperti salak, kulit pete cina, dan lainnya. 

  • Daerah pertanian 

Limbah berbentuk bangun datar yang didapat pada daerah ini adalah jerami padi, kulit jagung, batang daun singkong, kulit bawang, dan lainnya. 

  • Daerah perkotaan 

Limbah berbentuk bangun datar yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya kertas, kardus, serbuk gergaji, serutan kayu, plastik, mika, dan lainnya. 

Proses pengolahan limbah berbentuk bangun datar untuk produk kerajinan

  • Pemilahan bahan limbah
  • Pembersihan limbah
  • Pengeringan
  • Pewarnaan
  • Pengeringan setelah pewarnaan
  • Finishing

4. Perencanaan Produksi Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Perencanaan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.

a. Unsur Estetika

Unsur Etika atau Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni.

Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang. 

Penerapan unsur estetika pada produk kerajinan yang memiliki fungsi hias sangat penting, karena produk kerajinan tersebut lebih mengutamakan keindahannya.

b. Unsur Ergonomis

Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan.

Unsur ergonomis pada karya kerajinan:

  • Keamanan(security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  • Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. 
  • Keluwesan (fexibility), yaitu keluwesan penggunaan.

Persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam proses perancangannya.

  • Menentukan Bahan/Material Produksi
  • Menentukan Teknik Produksi

5. Proses Produksi Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Contoh Proses Produksi 

Kerajinan dari Bahan Limbah Kulit Jagung

Kerajinan dari Bahan Limbah Kulit Jagung

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kerajinan dari kulit jagung:

  • Kulit jagung
  • Benang
  • Tali tampar
  • Cat warna testil
  • Lidi
  • Vas bunga
  • Gunting
  • Setrika

Proses Pembuatan Kerajinan dari Bahan Limbah Kulit Jagung

  • Menyiapkan rancangan berupa sketsa

Menyiapkan rancangan

  • Menyiapkan batang lidi untuk digunakan sebagai tangkai bunga
  • Menyiapkan kulit jagung yang akan digunakan untuk kerajinan hiasan bunga diusahakan yang masih utuh dan kering.
  • Kulit jagung dihaluskan menggunakan setrika

Kulit jagung dihaluskan menggunakan setrika

  • Membelah atau guntinglah beberapa lembar kulit jagung menjadi lembaran-lembaran yang nanti digunakan untuk kelopak bunga sesuai yang diinginkan.

Membelah/menggunting kulit jagung

  • Bentuklah lembaran-lembaran kulit jagung, dengan jalan memutar dan menekan sehingga menyerupai kepolak bunga. 

Membentuk menjadi kelopak bunga

  • Agar kelopak bunga terlihat lebih menarik, maka balutlah dengan memakai serabut kulit jagung yang telah diwarnaidan kemudian rekatkan pula beberapa lembar kulit jagung yang berbentuk kelopak bunga dengan menggunakan benang. 

Menyiapkan tangkai bunga

  • Bunga dibuat dengan cara menata kelopak bunga satu per satu dan diikatkan pada tangkai dengan menggunakan benang.

Membuat bunga

  • Kelopak bunga yang sudah selesai dibuat, kemudian bagian tangkainya dibalut dengan tali dan ditempelkan kulit jagung yang sudah diwarnai sebagai hiasan daun.

Membuat bunga dan daun

  • Kerjakan langkah-langkah di atas secara berulang untuk membuat model bunga yang berikutnya.

Memperbanyak tangkai bunga

  • Finishing karya

Finishing karya kerajinan kulit jagung

6. Pengemasan Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Kemasan dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya.

Tujuan pengemasan produk kerajinan

  • Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. 
  • Kemasan dapat mendukung program pemasaran. Melalui kemasan identifkasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk lainnya. 
  • Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. 

Manfaat pengemasan produk kerajinan

  • Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca. 
  • Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya (ciri pembeda produk). 
  • Kemasan yang menarik dapat memikat dan menarik perhatian konsumen (menambah daya tarik produk). d. Kemasan dapat menambah nilai jual produk.

Jenis bahan kemasan produk kerajinan

  • Kemasan Kertas
  • Kemasan Kayu
  • Kemasan Plastik

Jenis bahan kemasan produk kerajinan

C. Perhitungan Titik Impas (Break Event Point) Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Dalam kegiatan usaha, seorang wirausahawan selalu memperhitungkan adanya titik impas atau Break Even Point (BEP). 

Analisis BEP adalah suatu teknis analisis untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan, dan volume kegiatan.

1. Pengertian dan Manfaat Titik Impas (Break Event Point) Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana perusahaan dalam operasinya tidak memperoleh laba dan juga tidak menderita kerugian atau dengan kata lain total biaya sama dengan total penjualan sehingga tidak ada laba dan tidak ada rugi. 

Hal ini bisa terjadi apabila perusahaan di dalam operasinya menggunakan biaya tetap dan biaya variabel, dan volume penjualannya hanya cukup menutupi biaya tetap dan biaya variabel. 

Apabila penjualan hanya cukup menutupi biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan menderita kerugian. 

Sebaliknya, perusahaan akan memperoleh keuntungan, apabila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus dikeluarkan.

Manfaat dari Break Even Point (BEP):

  • Alat perencanaan untuk menghasilkan laba. 
  • Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan. 
  • Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan. 
  • Mengganti system laporan yang tebal dengan grafk yang mudah dibaca dan dimengerti.

2. Komponen Perhitungan Titik Impas (Break Even Point) Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Break Event Point memerlukan komponen penghitungan dasar:

  • Fixed Cost: biaya yang tetap atau konstan jika adanya tindakan produksi atau meskipun perusahaan tidak berproduksi. Contoh biaya ini yaitu biaya tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, dan lainlain.
  • Variabel Cost: biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari tindakan volume produksinya. Jika produksi yang direncanakan meningkat. Contoh biaya ini yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dll.
  • Selling Price: harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi.

Rumus yang digunakan untuk analisis Break Even Point

a. Dasar Unit. 

Berapa unit jumlah barang/jasa yang harus dihasilkan untuk mendapat titik impas. 

BEP = FC /(P-VC) 

b. Dasar Penjualan berapa rupiah nilai penjualan yang harus diterima untuk mendapat titik impas. 

FC/ (1 – (VC/P))* 

Penghitungan (1 – (VC/P)) biasa juga disebut dengan istilah Margin Kontribusi Per Unit.

3. Menghitung Biaya Pokok Produksi Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Kurva BEP merupakan keterkaitan antara jumlah unit yang dihasilkan dan volume yang terjual (pada sumbu X), dan antara pendapatan dari penjualan atau penerimaan dan biaya (pada sumbu Y). 

BEP terjadi jika pendapatan dari penjualan (TR) berada pada titik keseimbangan dengan total biaya (TC). 

Sedangkan biaya tetap (FC) adalah variabel yang tidak berubah meskipun jumlah volume yang dihasilkan berubah.

Kerajinan dari limbah kertas

Keterangan:

  •  TR = Total Revenue (Penerimaan) 
  • Q = Quantities (Produksi) 
  • FC = Fixed Cost (Biaya Tetap) 
  • VC = Variable Cost (Biaya Variabel) 
  • TC = Total Cost (Total Biaya) 
  • BEP = Break Even Point (Titik Impas)

D. Strategi Promosi Produk Hasil Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

1. Pengertian Promosi Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang yang dihasilkan untuk konsumen.

Promosi pada hakikatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktiftas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan, Tjiptono (2001 : 219).

Menurut Sistaningrum (2002 : 98) promosi adalah suatu upaya atau kegiatan perusahaan dalam mempengaruhi ”konsumen aktual” maupun ”konsumen potensial” agar mereka mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan, saat ini atau dimasa yang akan datang.

Konsumen aktual adalah konsumen yang langsung membeli produk yang ditawarkan pada saat atau sesaat setelah promosi produk tersebut dilancarkan perusahaan. 

Konsumen potensial adalah konsumen yang berminat melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan perusahaan dimasa yang akan datang. 

Tujuan dari promosi penjualan sangat beraneka ragam yakni merangsang permintaan, meningkatkan hasrat konsumen untuk mencoba produk, membentuk goodwill, meningkatkan pembelian konsumen, juga bisa mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak serta meminimalisir perilaku berganti-ganti merek, atau mendorong konsumen untuk mencoba pembelian produk baru. 

Tujuan lainnya adalah untuk mendorong pembelian ulang produk, dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru. 

Tujuan dari promosi penjualan:

  • Meningkatkan permintaan dari para pemakai industri dan/atau konsumen akhir. 
  • Meningkatkan kinerja perusahaan.
  • Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.

2. Menentukan Strategi Promosi Produk Hasil Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Fungsi dari strategi promosi penjualan adalah untuk mencapai tujuan komunikasi. 

Dalam mengembangkan strategi promosi penjualan perlu didefenisikan tugas-tugas komunikasi yang diharapkan dicapai oleh program promosi penjualan. 

4 jenis kegiatan promosi:

  • Periklanan (Advertising) Yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
  • Penjualan Tatap Muka (Personal Selling) Yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian. 
  • Publisitas (Publisity) Yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
  • Promosi Penjualan (Sales promotion) Yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. 
  • Pemasaran Langsung (Direct marketing) Yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.


Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Prakarya SMA Kelas 11
Sumber: Buku Prakarya Kelas 11


0 Response to "Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Prakarya Kelas 11"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel