Rangkuman Materi Iman Kepada Hari Akhir - erapandu

Rangkuman Materi Iman Kepada Hari Akhir

Rangkuman Materi Iman Kepada Hari Akhir: Pelajaran Agama Islam Kelas 12

Materi Semangat Beribadah dengan Meyakini Hari Akhir Pelajaran PAI Kelas 12 - Hakikat beriman kepada hari akhir, menganalisis makna iman kepada hari akhir, periode hari akhir, hikmah beriman kepada hari akhir, dan menerapkan perilaku mulia.



Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh



Rangkuman Materi Iman Kepada Hari Akhir

A. Hakikat Beriman kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang ke- 5 yang harus diyakini oleh setiap umat Islam. 

Hari Akhir menurut bahasa artinya “Hari Penghabisan” (Q.S. al-Baqarāh/2:177), juga disebut “Hari Pembalasan” (Q.S. al-Fātihah/1:4). 

Menurut istilah, Hari Akhir adalah hari mulai hancurnya alam semesta berikut isinya dan berakhirnya kehidupan semua makhluk Allah Swt.

Hari Akhir adalah hari kiamat yang diawali dengan pemusnahan alam semesta. Semua manusia, sejak zaman dari Nabi Adam a.s sampai terjadinya hari akhir akan dibangkitkan untuk mendapatkan balasan semua amal perbuatan mereka.

Hari Akhir juga disebut hari Kiamat, yaitu hari penegakan hukum Allah Swt. yang seadil-adilnya (Q.S. al-Mumtahanah/60:3). 

Segala perbuatan yang dilakukan oleh setiap manusia, baik maupun buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. 

Iman kepada Hari Akhir adalah percaya dengan penuh keyakinan adanya hidup yang kekal abadi di akhir kelak.

Iman kepada Hari Akhir berarti percaya dengan penuh keyakinan bahwa kehidupan yang kekal hanyalah di akhirat.

Banyak ayat dan hadis yang memerintahkan kita agar meyakini datangnya Hari Akhir, di antaranya:

Firman Allah Swt. pada Q.S. al-Baqarah/2:4 berikut:

Rangkuman Materi Iman Kepada Hari Akhir

Artinya: “dan mereka yang beriman kepada (al-Qurān) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat”.(Q.S. al-Baqarah/2:4).

Dalam ayat di atas ditegaskan bahwa meyakini adanya Hari Akhir merupakan salah satu ciri orang beriman.

Dalam percakapan Rasulullah saw. dengan malaikat Jibril yang panjang tentang iman, Islam, dan I¥s±n, beliau bersabda (ketika ditanya tentang iman):

Rangkuman Materi Iman Kepada Hari Akhir

Artinya: “Beliau menjawab: “Kamu beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk”. (H.R. Muslim).

Penggalan hadis di atas, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa Hari Akhir sebagai salah satu perkara yang wajib diyakini, yang kemudian disebut rukun iman. 

Download Rangkuman Materi Pelajaran Tingkat SMP dan SMA 

Buka/Unduh


B. Menganalisis Makna Iman kepada Hari Akhir

Kebenaran akan datangnya Hari Akhir dapat ditemukan melalui kajian ayat-ayat al-Qur’an, ilmu pengetahuan, dan panca indera.

1. Hari Akhir Menurut al-Qur’an

Hari Akhir atau Hari Kiamat menurut al-Qur’an dapat dibagi menjadi dua:

a. Kiamat Sugra (Kecil)

Kiamat Sugra adalah peristiwa datangnya kematian bagi semua makhluk termasuk manusia yang bersifat lokal dan individu.

Sebelum terjadi hari kiamat, mereka yang telah mati mengalami proses awal kehidupan akhirat yang disebut alam barzakh (Q.S. arRµm/30:55-56). 

Barzakh adalah alam yang menjadi batas antara alam dunia dan alam akhirat. 

Pada masa itu roh manusia sudah menyadari akan kebenaran janji Allah Swt. (Q.S. al-Mu’minµn/23:99-100), bahkan kepada mereka yang jahat sudah diperlihatkan Neraka dan siksaannya (Q.S. al-Mu’min/40:45-46). 

Peristiwa-peristiwa yang harus diimani yang akan terjadi sesudah mati antara lain sebagai berikut.

  • Fitnah kubur: beragam pertanyaan yang diajukan kepada orang yang meninggal tentang Tuhannya, agamanya, nabinya, imannya, dan kiblatnya.
  • Siksa dan nikmat kubur: siksa kubur diperuntukkan bagi orang yang zalim, munafik, kafir, dan musyrik.

b. Kiamat Kubra (Besar)

Kiamat Kubra (Besar) adalah peristiwa berakhirnya seluruh kehidupan makhluk dan hancur leburnya alam semesta secara total dan serentak. 

Proses terjadinya hari kiamat tersebut dijelaskan oleh Allah Swt. dalam banyak ayat, di antaranya dalam Q.S. at-Takwir/81:1-3:

Rangkuman Materi Iman Kepada Hari Akhir

Artinya: “Apabila matahari digulung, apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan”. (Q.S. at-Takwir/81:1-3)

Peristiwa kiamat merupakan kejadian yang sangat hebat, yaitu tatkala Malaikat Israfil meniup sangkakala. Dimulai dengan datangnya gempa yang sangat dahsyat.

Kemudian bumi diangkat, gunung-gunung dibenturkan dan terjadilah kerusakan hebat. Langit pecah bergelegar, benda-benda bumi pun bertebaran laksana kabut. 

Sementara manusia akan kacau balau kebingungan hanya Allah Swt. saja yang Maha Kekal.


2. Hari Kiamat Menurut Ilmu Pengetahuan

a. Menurut Geologi

Bumi beredar karena adanya daya tarik matahari terhadap bumi berkurang. Akibatnya bumi akan bergeser dari matahari, sehingga putaran bumi semakin cepat dan akan mengalami nasib seperti meteor (menyala/hancur).

Bumi terjadi dari gas yang berputar (chaos catastrope). Setelah diam gas itu menjadi dingin, maka gas yang berat mengendap ke bawah, dan yang ringan berada di atas. 

Melalui proses evolusi yang lama sekali, gas bagian luar mengeras menjadi batu, kerikil, pasir, dan sebagainya, sedangkan bagian tengah masih panas. Zat panas bercampur lava, lahar, batu, dan pasir panas. 


b. Menurut Teori Fisika

Letak matahari adalah 149.597.870, 7 km, jauhnya dari bumi, sinar matahari sampai ke bumi selama 8 menit 20 detik. Garis tengah matahari = 1,4 juta km dan luas permukaannya 616 × 1010 km = 622.160 km. 

Menurut ahli fisika energi matahari dipancarkan ke angkasa dan sekitarnya 5,7 × 1027 kalori = 5.853,9 kalori/menit dan mampu menyala 50 milyar tahun dengan panas 15 juta derajat celcius.

Kalau suatu ketika matahari tidak muncul atau cahayanya redup karena tenaga/sinarnya habis, maka tidak ada angin dan awan yang berakibat hujan tidak akan turun. 

Selanjutnya gunung-gunung akan meletus, ombak bergulung-gulung, air laut naik sehingga hancurlah bumi ini.


3. Hari Kiamat Menurut Bukti Indrawi

Imam Ath Thabari dan Ibnu Katsir berpendapat bahwa telah diperlihatkan peristiwa-peristiwa yang menakjubkan di dunia sebagaimana berikut ini.

  • Peristiwa pembunuhan yang dipermasalahkan oleh Bani Israel, akan dihidupkan kembali oleh Allah Swt. hanya dengan perantaraan daging sapi yang dipukulkan ke tubuh orang yang terbunuh (Q.S. al-Baqarah/2:72-73). 
  • Peristiwa Nabi Ibrahim dan burung-burung yang dicincangnya kemudian diletakkan di tiap-tiap bagian di atas bukit lalu Allah Swt. berfirman: “Panggillah! niscaya mereka datang kepadamu dengan segera” (Q.S. al-Baqarah/2:260). 

Kedua informasi di atas telah dijelaskan di dalam al-Qur’±n, tetapi bukan merupakan berita langsung bahwa Hari Akhir akan datang, melainkan informasi historis (sejarah) tentang peristiwa yang pernah terjadi dan menjadi bukti secara indrawi bahwa kiamat pasti datang.


C. Periode Hari Akhir

Setelah alam semesta hancur secara total dan kehidupan semua makhluk Allah Swt. berakhir, maka mulailah manusia menjalani tahapan kehidupan baru dan proses menuju alam baqa’. 

Tahapan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Yaumul Ba’ats

Yaumul Ba’ats artinya Hari kebangkitan.

Hari kebangkitan adalah proses dibangkitkannya seluruh makhluk dari alam kubur.

Sesudah hancur dan musnahnya alam semesta termasuk manusia, terjadilah hari kebangkitan.


2. Yaumul Hasyr

Yaumul Hasyr yaitu hari berkumpulnya manusia setelah dibangkitkan dari kuburnya masing-masing. 

Kemudian semua manusia digiring ke tempat yang luas yaitu Padang Mahsyar (tempat berkumpul). 


3. Buku Catatan

Buku catatan yaitu Kitab catatan yang berisi semua perbuatan dan perkataan manusia sewaktu hidup di dunia.

Setiap manusia di alam mahsyar mempunyai buku catatan (kitab perjalanan hidup) yang sudah dicatat Malaikat Raqīb dan ‘Atīd.


4. Yaumul Hisab dan Mizan

Yaumul Hisab adalah hari ketika Allah Swt. memperlihatkan semua amalan di akhirat untuk dihisab. Segala dosa besar dan kecil dihitung dengan seksama dan teliti. 

Ketika amalan mereka dihitung, anggota tubuh mereka ikut menjadi saksi.

Tahapan selanjutnya adalah Mizan. 

Mizan adalah timbangan yang adil berisi kebajikan dan kejahatan yang telah diperbuat setiap manusia. Setiap orang ditimbang amalnya dengan seadil-adilnya. 


5. As-Sirat

As-Sirat adalah jembatan yang terbentang di atas neraka menuju surga. 

Mudah atau sulitnya melewati As-Sirat itu tergantung kepada amal setiap manusia.


6. Yaumul Jaza

Yaumul Jaza’ yaitu suatu hari ketika semua manusia akan menerima balasan Allah Swt. (Jaza). 

Balasan yang diterima seseorang sesuai dengan amalnya selama ia hidup di dunia.


7. Balasan Perbuatan Baik dengan Surga

Bagi mukmin yang bertakwa kepada Allah Swt. pasti akan menerima balasan yang setara, yaitu berupa surga. Surga disediakan Allah Swt. sebagai karunia kepada hamba-Nya.


8. Balasan Perbuatan Buruk dengan Neraka

Orang yang selama hidup di dunia lebih banyak mengerjakan perbuatan jahat, maksiat, tercela, dan kafir terhadap Allah Swt. kufur kepada ajaran dan nikmat Allah Swt., maka akan menerima balasan yang sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya pula, yaitu dimasukkannya ke dalam neraka.


D. Hikmah Beriman kepada Hari Akhir

Semua ciptaan Allah Swt. yang lahir di dunia mempunyai hikmah karena Allah Swt. tidak menjadikan sesuatu sia-sia belaka tanpa tujuan dan hikmah di dalamnya.

Beberapa hikmah iman kepada hari akhir

  1. Muncul rasa kebencian yang dalam kepada kemaksiatan dan kebejatan moral yang mengakibatkan murka Allah Swt. di dunia dan di akhirat. 
  2. Menyejukkan dan menggembirakan hati orang-orang mukmin dengan segala kenikmatan akhirat yang sama sekali tidak dirasakan di alam dunia ini.
  3. Senantiasa tertanam kecintaan dan ketaatan terhadap Allah Swt. dengan mengharapkan mau’nah-Nya pada hari itu. 
  4. Senantiasa termotivasi untuk beramal baik dengan ikhlas. 
  5. Senantiasa menghindari niat-niat yang buruk apalagi melaksanakannya.
  6. Menjauhkan diri dari asumsi-asumsi yang mengkiaskan apa yang ada di dunia ini dengan apa yang ada di akhirat.


E. Menerapkan Perilaku Mulia

Keyakinan akan adanya hari akhir dapat mengantarkan manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif dalam kehidupannya. Khususnya banyak melakukan amal kebaikan sesuai dengan nilai-nilai al-Qur’an.

Perilaku yang menggambarkan kesadaran beriman kepada Hari Akhir diantaranya sebagai berikut.

  1. Menyadari bahwa semua perbuatan selama di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Untuk itu, segala sikap dan perilaku kita harus selaras dengan tuntunan agama. 
  2. Menyadari bahwa manusia itu sangat kecil di hadapan kebesaran Allah Swt., sehingga diharapkan dapat menghilangkan sikap takabur atau sombong dalam dirinya.
  3. Selalu berusaha melakukan amal saleh dan menghindari semua perbuatan yang bertentangan dengan norma agama.
  4. Membiasakan diri dengan akhlakul karimah, seperti mawas diri, rendah hati, peduli kepada sesama, dan lain-lain.
  5. Selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt. baik dengan melakukan ibadah (seperti salat) maupun dengan ibadah sosial, yaitu semua kegiatan yang bermanfaat bagi sesama. 
  6. Termotivasi untuk selalu bekerja keras dan menjauhi kemalasan. 


"Mengimani Hari Akhir membuat manusia sadar bahwasanya manusia itu lemah dan kerdil di hadapan Allah Swt. Kesadaran ini diharapkan dapat menghilangkan sikap takabur, sombong, egois, dengki, dan penyakit hati lainnya."


Pokok Materi Beriman Kepada Hari Akhir

A. Membuka Relung Kalbu
B. Mengkritisi Sekitar Kita
C. Memperkaya Khasanah
  1. Tadarus al-Qurān 5-10 Menit sesuai Tema
  2. Menganalisis dan Mengevaluasi Makna Iman kepada Hari Akhir 5
  3. Periode Hari Akhir
  4. Hakekat Beriman kepada Hari Akhir
  5. Hikmah Beriman kepada Hari Akhir
  6. Menyajikan Kaitan antara Beriman kepada Hari Akhir dengan Perilaku Jujur, Bertanggung Jawab, dan Adil
D. Menerapkan Perilaku Mulia




Rangkuman Materi Iman Kepada Hari Akhir: Pelajaran Agama Islam Kelas 12
Sumber: Buku PAI Kelas 12

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel