Analisis Tokoh pada Novel Karena Aku Tak Buta Karya Redy Kuswanto - erapandu

Analisis Tokoh pada Novel Karena Aku Tak Buta Karya Redy Kuswanto

Analisis Penokohan pada Novel Karena Aku Tak Buta Karya Redy Kuswanto

Analisis penokohan novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto - Karya Ilmiah : Eko Apri W.

Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh



Tokoh adalah pelaku yang hadir dalam cerita.
Penokohan adalah penggambaran karakter/watak yang ditampilkan oleh pengarang dalam karya sastra. 

Dalam karya sastra, tokoh dibedakan menjadi dua yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan.

A. Tokoh Utama novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto

Tokoh utama adalah tokoh yang berhubungan dengan setiap peristiwa dan yang diutamakan penceritaannya di dalam novel yang bersangkutan. 

Tokoh utama dalam novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto ada dua yaitu Zad dan Gendis.

Tokoh Zad dan Gendis sering muncul dari awal sampai akhir cerita. 

Zad adalah cowok kaya berusia 20 tahun yang agak pendiam dibandingkan teman-temannya. Ia berkulit bersih serta jago nyanyi dan main gitar. 

Zad adalah remaja ibu kota yang hidup dalam gelimang harta dan sedikit kasih sayang orang tua yang menjadikannya terperosok dalam kehidupan tanpa kendali. Namun, hadirnya gadis bernama Gendis mampu mengalihkan dunianya. 

Gendis adalah seorang gadis desa dari pedalaman Magelang yang sederhana dan baik. Ia berbadan tinggi dan memiliki lesung pipit di kedua pipinya. Ia satu fakultas dengan Zad di salah satu universitas yang ada di Yogyakarta. Hal tersebut dapat terlihat pada kutipan di bawah ini.


1. Tokoh Zad

Zad adalah cowok kaya berusia 20 tahun yang agak pendiam dibandingkan teman-temannya. Ia berkulit bersih serta jago nyanyi dan main gitar. Zad adalah remaja ibu kota yang hidup dalam gelimang harta dan sedikit kasih sayang orang tua yang menjadikannya terperosok dalam kehidupan tanpa kendali. 

Namun, Zad adalah seorang pemuda yang baik, tanggung jawab, teguh pendiriannya dan gigih. Seluruh hal tersebut dapat dilihat dari beberapa kutipan di bawah ini.

Sekarang tekadnya sudah bulat, harus mencari dan menemukan cewek itu sekarang juga. Zad ingin menjelaskan kesalahpahaman ini sesegera mungkin. Harus! (Halaman: 8)

Berdasarkan kutipan di atas dapat terlihat bahwa Zad adalah sosok yang tanggung jawab. Ia berusaha mencari dan menemukan Gendis untuk menjelaskan kealahpahaman yang terjadi di antara mereka. 

Zad terlalu takut jika Gendis benar-benar marah dan meninggalkannya begitu saja. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Ya, tepat sekali.Tapi, lo harus tahu, Fey.Cewek kampung itu orang yang membuat gue bahagia.Dia pacar gue!”Zad menelusuk bola mata Fya dengan tajam.“Dan gue nggakakan membiarkan siapapun menghina pacar gue. Ingat, gue sayang sama dia. Gue cinta sama Gendis. Jadi, gue ingetin sekali lagi, kalau lo masih mau menjadi teman gue, jangan pernah coba-coba nyakitin dia. Jangan pernah sekalipun!”(Halaman: 33)

Berdasarkan kutiapan di atas terlihat bahwa Zad sosok yang teguh akan pendiriannya. 

Terlihat ketika Fya ngatain Gendis dengan sebutan cewek kampong dan Zad tidak terima.Selanjutnya, Zad memperingatkan Fya bahwa jangan sekali-kali menyakiti Gendis kalau Fya masih mau bersahabat dengan Zad. 

Zad juga berkata bahwa ia tidak akan pernah membiarkan siapapun untuk menghina pacarnya, karena Zad sangat menyayangi dan mencintai Gendis. 

Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Saya akan menjaganya semampu saya, Pak, Bu.”Zad memandangi Gendis. Dalam hati ia mengucapkan terima kasih pada Tuhan yang tealh mempertemukan Gendis dan keluarganya dengannya. Zad memohon semoga Tuhan tidak mengambil kebahagiaan yang ia dan keluarga Gendis rasakan.” (Halaman: 83)

Berdasarkan kutipan di atas terlihat bahwa Zad memiliki watak yang baik. Tergambar jelas bahwa Zad berjanji akan menjaga Gendis ketika orang tua Gendis menitipkan Gendis kepada Zad. 

Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Untuk mengembalikan masa lalu memang mustahil, Yod.Tapi seenggaknya kita kenal. Kalau bisa, menjaga apa yang pernah kita miliki dan pernah jaya di masanya. Kebudayaan kita akan terus eksis kalau ada yang peduli. Dan…ini kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa, bukan hanya mereka yang tinggal di desa.Guenggak mau jadi generasi muda yang nggak berguna. Kita harus membantu mereka, Yod! Harus!”Zad memandang Yod serius. (Halaman: 109)

Berdasarkan kutipan di atas Zad terlihat sangat gigih untuk membantu Gendis dalam festival dolanan bocah. 

Zad menjelaskan dengan serius pada Yod bahwa jika bukan kita sebagai generasi muda yang menjaga budaya maka siapa lagi.

Dari seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Zad memang seorang pemuda yang baik, tanggung jawab, teguh pendiriannya dan gigih dalam menjalankan sesuatu.


2. Tokoh Gendis

Gendis adalah seorang gadis desa dari pedalaman Magelang yang sederhana dan baik. Ia berbadan tinggi dan memiliki lesung pipit di kedua pipinya. 

Ia satu fakultas dengan Zad di salah satu universitas yang ada di Yogyakarta. Gendis seorang gadis desa yang baik, sederhana dan jujur. 

Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa kutipan di bawah ini.

Untungnya, Gendis tak pernah merasa minder-apalagi malu-meskipun ia menyadari penampilannya terlalu apa adanya dan sangat jauh dari kata modis. Akan tetapi, iamengimbangi kesederhanaan dengan kepintaran otaknya. Ia selalu memperoleh nilai-nilai yang luar biasa di setiap mata kuliah. Hal ini membuat iri teman-temannya.Beberapa di antara mereka mendekati untuk menjadikannya sahabat. Hanya saja, Gendis berpikiran sederhana;semua orang di fakultasnya-bahkan di seluruh kampusnya-adalah teman yang baik. (Halaman: 17)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Gendis adalah gadis yang sederhana.Ia selalu berpenampilan apa adanya. 

Lesung pipit di kedua pipinya membuatnya terlihat manis saat tersenyum. Di balik kesederhanaannya ia mengimbanginya dengan kepintaran otaknya yang membuat teman-temannya kadang iri kepadanya. Namun, Gendis selalu menganggap bahwa semua teman kuliahnya adalah teman yang baik. 

Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Ya kalau mau jujur sih, kemaren aku memang agak kesal.Tapi … aku kenal banget siapa kamu.Aku tahu bahwa kamu nggak bermaksud seperti itu.Jadi, aku nggak perlu marah, hanya kesal aja.Dan, itu kemaren,” lanjut gadis Jawa itu. (Halaman: 22)

Berdasarkan kutipan di atas terlihat bahwa Gendis adalah sosok gadis yang sabar.Ia tahu bahwa Zad tidak mungkin sengaja menyakiti hatinya. Jadi, Gendis berpikir untuk apa dia marah pada Zad. 

Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Satu rahasia terbesarku adalah tentang aku dan Museum Anak Kolong Tangga. Aku sudah hampir enam bulan menjadi relawan di sana. That’s all. Yang lain? Aku nggak pernah merasa merahasiakan apa pun dari kamu.” (Halaman: 116)

Berdasarkan kutipan di atas terlihat bahwa Gendis gadis yang jujur. Gendis mencoba menjelaskan semua pada Zad karena kejadian tadi pagi ketika Fya menyebut bahwa Gendis memiliki rahasia dengan Rhean. Ia hanya memiliki rahasia tentang dirinya dan Museum Anak Kolong Tangga. 

Selain itu, ia tidak punya rahasia lagi yang disembunyikan dari Zad. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Sudah … nggak usah ngomong kayak gitu.Sekarang, yang penting kamu istirahat dulu, biar cepet baikan.” (Halaman: 312)

Berdasarkan kutipan di atas terlihat bahwa Gendis sangatlah baik. Meski ia telah diperlakukan tidak baik oleh Fya tapi ia tetap baik dengan Fya. 

Bahkan ketika Fya meminta maaf dan berkata bahwa Fya sudah jahat dengan Gendis.Namun, Gendis menyuruh Fya untuk tidak membicarakan hal tersebut dan menyuruh Fya untuk istirahat agar cepat baikan.

Berdasarkan seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Gendis memang gadis yang sederhana. Terbukti ketika ia tidak pernah berlebihan. Ia juga seorang gadis desa yang baik dan jujur apa adanya.

Download Kumpulan Referensi 

Buka/Unduh


B. Tokoh Tambahan novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto

Tokoh tambahan adalah tokoh yang ditampilkan sekali atau beberapa kali dalam cerita dalam jangka waktu yang relative pendek. 

Tokoh tambahan dalam novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto akan di paparkan dalam beberapa kutipan di bawah ini.

1. Fya

Fya adalah anak tunggal dati pasangan pengusaha sukses. Kedua orang tuanya memilih bisnis properti di beberapa kota di Indonesia. Ia dipindahkan ke Yogyakarta setahun lalu sejak kedua orang tuanya lebih banyak menghabiskan waktu di kota gudeg. 

Fya agak keras kepala, terkadang terlalu manja, dan sering sekali membuat teman-temannya jengkel. Banyak cara yang ia lakukan untuk menarik perhatian teman-teman atau orang di sekitarnya. Namun, terlepas dari sifat buruknya, Fya seorang teman yang sangat menyenangkan. 

Hal tersebut dapat di lihat dari kutipan di bawah ini.

“Apaan?Nyusul ke mana?”Fya menaikkan alisnya yang indah, “Emangnya kita mau makan apa di negeri antah berantah itu?Nggak.Gue nggak mau!”(Halaman: 35)

Berdasarkan kutipan di atas, Fya terlihat keras kepala.Ia ingin mencari Zad tapi ia tidak mau untuk pergi mencari Zad ke desa Gendis. 

Fya berpikir desa Gendis sangat pelosok dan pedalaman yang seolah-seolah tidak ada makanan. Ia tetap keras kepala tidak mau pergi ke sana. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Asal lo tahu, gue nggak mau dan nggakakan pernah mengonsumsi makanan sembarangan.Gue sayang sama bodi gue. Emangnya lo, menu makanan dari hari ke hari hanya itu-itu mulu, nggak bergizi. Makanya bodi lo kerempeng seumur-umur!”(Halaman: 37)

Berdasarkan kutipan di atas terlihat jelas bahwa Fya adalah gadis yang arogan.Ia memperlihatkan sifatnya yang arogan dengan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah dan tidak akan pernah mnegonsumsi makanan yang sembarangan. 

Fya malah mengejek Yod bahwa makanan yang Yod makan adalah makanan yang tidak bergizi. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Gara-gara lo, gue harus rela sakit punggung karena kelamaan duduk di mobil, kedinginann karena cuaca yang nggak mau bersahabat.Gue juga harus mau melahap makanan yang nggak jelas rasanya.Yang lebih parah, gue harus rela tidur di ranjang kayu yang kerasnya kayak batu karang!”(Halaman: 98)

Berdasarkan kutipan di atas terlihat bahwa Fya sangat egois. Secara tiba-tiba ia menyalahkan Gendis. Ia menganggap Gendislah yang patut di salahkan dalam kejadian ini. 

Tanpa di duga setelah ia memaki Gendis, Fya langsung menyerang Gendis dengan brutal sampai Gendis ambruk.

Berdasarkan seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Fya adalah seorang sahabat yang egois dan mengedepankan kepentingannya sendiri. 

Namun, disisi lain ia adalah seorang teman yang menyenangkan. Terlihat ketika Fya tidak menyukai Gendis karena Gendis adalah kekasih Zad, yang tidak lain adalah laki-laki yang ia sukai. Ia juga sedikit arogan dan tidak mau mendengarkan saran atau pendapat dari orang lain.

2. Tokoh Yod

Yod adalah sahabat Zad dan Rhean.Mereka berteman sejak awal bertemu di awal-awal masa kuliah, hampir dua tahun lalu. Selanjutnya, ia menjadi sahabat Fya setelah cewek itu berteman dekat dengan Zad. Meski sering bertingkah lucu, jahil, dan agak aneh, di mata para sahabatnya Yod adalah sahabat yang baik. 

Ia bisa memahami orang lain. Yod bukan cowok yang pintar memang, tetapi saat dimintai pendapat atau usulan, terkadang saran-sarannya sangat mengena. 

Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan di bawah ini:

“Dasar ular kadut.Jangan dibiasakan buang-buang makanan. Dosa tauk! Nanti kalau Dewi Sri marah, dia nggak mau ngasih beras lagi,” mata Yod yang bulat kecil menatap Fya tak berkedip. “Kamu mau kelaparan seumur-umur hingga tujuh turunan?”(Halaman: 38)

Berdasarkan kutipan di atas, dapat dilihat bahwa Yod terlihat lucu ketika meledek Fya. Ia mengatai Fya dengan sebutan ular kadut dan menakut-nakuti Fya jika Fya tidak menghargai makanan maka Fya akan kelaparan seumur hidupnya. 

Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Zad, kamu nggak bisa mencampuradukkan semua persoalan kayak gini.Cobalah untuk memilah dan menyelesaikan persoalan satu persatu. Sekarang, lihat aku! Lihat aku, Zad!” pinta Yod dengan sedikit memaksa…”Kamu percaya aku, kan? Aku ingin membantumu,” ucap Yod mantap.(Halaman: 283)

Berdasarkan kutipan di atas dapat dilihat bahwa Yod setia kawan terhadap sahabatnya.Iaingin membantu Zad.Yod berusaha meyakinkan Zad bahwa Zad mampu untuk melanjutkan persoalan tentang Festival Dolanan Bocah yang sempat Zad singgung sebelumnya bersama Yod, Rhean, dan Fya.

Dari seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Yod adalah seorang sahabat yang lucu, jahil dan konyol. Selain itu, ia juga bisa diajak dalam perbincangan yang cukup serius. Bisa terlihat ketika ia memberi saran kepada Zad ketika Zad sudah menyerah dalam membantu Gendis untuk kelancaran acara festival dolanan bocah. Pada saat itu, Yod terlihat sangat bijak sebagai seorang sahabat.

3. Tokoh Rhean

Rhean adalah cowok yang memiliki hidung mancung dan wajah oval mirip actor Korea. Rhean banyak menutup diri tentang kehidupan pribadinya. Ia berasal dari campuran ayah Manado dan ibu Yogyakarta. Karena wajahnya yang terlalu jauh dengan wajah asli orang Indonesia, banyak yang mengira ia memiliki darah campuran Asia dan Barat. Rhean memiliki sifat tegas dan jujur.Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan di bawah ini.

“Perasaan, dari tadi nggak ada yang serius banget ya! Kita ini lagi ngomongin temen kita yang nggak tahu gimana nasibnya. Eee…malah ribut masalah kalian sendiri.” (Halaman: 38)

Dari kutipan di atas dapat terlihat bahwa Rhean memiliki sifat yang tegas.Ia memperingatkan sahabatnya untuk tidak mempermasalahkan masalahnya sendiri, sedangkan Zad sahabatnya entah bagaimana nasibnya. 

Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Gue sudah cerita sama Zad dengan gentle kalau gue suka sama lo,” suara Rhean menyadarkan Gendis dan Ruth yang masih sama-sama terdiam…Jujur, gue nggak mau pertemanan kita berantakan gara-gara perasaan gue yang salah ini.” (Halaman: 117)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Rhean adalah seseorang yang jujur.Ia menyatakan perasaannya kepada Zad bahwa sebenarnya Rhean menyukai Gendis.Setelah mengakui pada Zad, lalu Rhean mengakui perasaannya tersebut pada Gendis.Namun, Rhean tidak mau persahabatannya hancur hanya karena perasaannya yang salah itu.

Dari seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Rhean seorang sahabat yang jujur. Ia mencintai Gendis, tapi ia tidak mau sampai persahabatnnya hancur hanya karena perasaannya itu.


4. Tokoh Ayah Zad

Pak Pram adalah ayah dari Zadin Putra Permana atau biasa dipanggil Zad.Pak Pram adalah sosok laki-laki yang tegas.Hingga suatu hari ketegasannya membawa keegoisan yang menyakitkan bagi Zad.Pak Pram menjadi egois dan arogan ketika Zad mengenal Gendis seorang gadis desa dari pedalaman Magelang. Pak Pram pikir bahwa gadis desa itu sama saja. 

Pak Pram masih terpaku dengan masa lalunya yang buruk saat menjalin hubungan dengan gadis desa.Hal itulah yang menyebabkan Pak Pram tidak menyetujui hubungan Zad dengan Gendis.Namun, dibalik itu semua, Pak Pram sebenarnya adalah seorang ayah yang baik.Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan di bawah ini.

“Papa tidak akan mengizinkanmu berhubungan dengan Jan atau siapapun di rumah ini, sebelum kamu memenuhi perintaan Papa.Jauhi gadis itu!” suara Pak Pram kembali bergema di gendang telinganya.(Halaman: 73)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Pak Pram sangat egois.Ia mementingkan keinginannya sendiri di bandingkan kebahagiaan anaknya hanya karena pengalaman masa lalunya yang pahit. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Zad, Papa rasa, kamu tidak harus belajar dari pengalaman pahit Papa. Bahagia atau tidak, kamu bisa memutuskannya sendiri…dan itu tidak akan kamu dapatkan jika tak pernah mencobanya. Papa berusaha untuk tidak ikut campur lagi urusan asmaramu.Kamu bebas memilih siapapun, sejauh itu membahagiakan dan membuatmu lebih baik.I wish you luck,” ujar Pak Pram akhirnya memahami kondisi Zad. (Halaman: 327)

Berdasarkan kutipan di atas, dapat dilihat bahwa Pak Pram juga memiliki sifat yang bijaksana.Ia akhirnya sadar, bahwa bahagia itu kita yang menciptakan bukan dicari. Pak Pram akhirnya menyetujui hubungan asmara Zad dan Gendis.

Dari seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pak Pram memang terlalu mengekang Zad dalam masalah percintaan. Tapi sebenarnya, Pak Pram itu seorang ayah yang menyayangi anaknya dan seorang ayah yang tegas.

5. Tokoh Mas Gendro

Mas Gendro adalah seorang penggagas komunitas Gubuk Buddhayah. Mas Gendro inilah yang selalu bekerja sama dengan Gendis untuk masalah sosial dan budaya. Mas Gendro mempunyai sifat yang baik dan bijaksana. Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan berikut ini.

“Hal ini tentu menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk para generasi muda penerus bangsa. Sekaligus merupakan tantangan bagi seluruh rakyat untuk mempertahankannya agar tidak hilang atau diakui sebagai milik bangsa lain. (Halaman: 142)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Mas Gendro adalah orang yang baik.Ia mempunyai tujuan yang baik untuk melestarikan dan menjaga budaya bangsa. Selain itu, menyadarkan generasi muda untuk mempertahankan apa yang seharusnya dipertahankan untuk bangsa. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

”Kami harap Mas Zad bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik.Saran saya, Mas Zad bersikap wajar saja seolah tak pernah tahu apa yang sedang dilakukan Pak RT.”(Halaman: 148)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Mas Gendro juga memiliki sifat yang bijaksana.Ia menyarankan kepada Zad untuk tetap memberikan dana kepada Pak RT. Meskipun Zad dan Mas Gendro tahu bahwa uang tersebut untuk kepentingan Pak RT sendiri, bukan untuk kepentingan warga. Mas Gendro menyarankan supaya Zad tidak terlalu dekat dengan Pak RT.

Berdasarkan seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Mas Gendro memang bersifat baik. Mas Gendro juga selalu bijaksana dalam menyikapi suatu masalah. Mas Gendro inilah yang mengurus komunitas Gubuk Buddhayah.

6. Tokoh Atma

Atma adalah seorang bocah yang lugu dan polos.Ia adalah adik dari Gendis.Ia sangat berantusias ketika Zad datang ke desanya. Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan di bawah ini.

“Atma juga suka, hehehe.Mas Zad sering-sering datang ke sini, nanti lama-lama bisa nembang seperti Bapak,” ujar Atma dengan raut wajah jenaka.(Halaman: 72)

Berdasarkan kutipan di atas dapat terlihat bahwa Atma memang polos. Terbukti ketika ia meledek Zad untuk sering- sering datang ke rumah, supaya Zad bisa nembang seperti bapaknya Gendis. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Masa?” sahut Atma dengan tatapan lugu, “Atma pengen main ke Jakarta, tapi entah kapan.Sekarang ke Yogya dulu saja yang dekat.Mudah-mudahan Atma bisa terpilih tampil di pembukaan acara di Yogya itu sama teman- teman.”

“Atma selama ini belum pernah ke kota ya?” “Belum. Makanya pengen ikut.Teman-teman juga banyak yang pengen ikut.”(Halaman: 75)

Berdasarkan kutipan di atas, dapat terlihat keluguan Atma. Atma memang bocah yang lugu, ia berharap bisa terpilih untuk tampil di Yogya. Ia juga mengaku pada Zad bahwa ia belum pernah pergi ke Yogya.

Dari seluruh kutipan di atas, disimpulkan bahwa Atma adalah seorang anak kecil yang sangat polos. Selain itu, meski Atma masih kecil, namun ia memiliki rasa kepedulian terhadap budaya yang ada misalnya tentang budaya permainan tradisional.

7. Tokoh Ayah Gendis

Pak Margono merupakan ayah dari Gendis.Pak Margono seorang ayah yang berperawakan jangkung berusia lima puluh tahun. Ia terlihat ramah dan baik ketika tersenyum. Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan di bawah ini.

“Ibu dan Gendis memanggil kalian untuk makan malam,” ujarnya dengan suara yang berat dan dalam, “Ayo, Atma. Ajak Mas Zad ke dapur! Bapak tunggu di sana, ya!”(Halaman: 76)

Berdasarkan kutipan di atas dapat terlihat bahwa Pak Margono sangat baik. Ia menyuruh Atma untuk mengajak Zad makan malam bersama keluarganya. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Kami juga senang Nak Zad bisa tinggal di sini, “sambung Pak Margono kemudian. “Apa yang barusan Ibu sampaikan benar, Nak Zad. Semua usaha yang dilakukan orang tua sudah pasti semata untuk masa depan anak-anaknya agar lebih baik. Itu juga yang kami lakukan tentu saja.”(Halaman: 81)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Pak Margono ramah terhadap Zad. Meski baru pertama ia bertemu dengan Zad, namun Pak Margono terlihat baik dan ramah pada Zad.

Dari seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Ayah Gendis juga memiliki hati yang baik. Ia sangat ramah kepada semua orang, dari tetangga hingga teman dekat Gendis.

8. Bu Tursih

Bu tursih adalah ibu dari Gendis. Bu Tursih sangat perduli dan lemah lembut. Hingga Zad pun merasa senang ketika berada ditengah-tengah keluarga Gendis. Hal tersebut terlihat dari kutipan di bawah ini.

“Zad, kamu nggak papa, Nak?”Bu Tursih mengawasi wajah Zad yang tiba-tiba meredup.(Halaman: 80)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Bu Tursih adalah seorang ibu yang perduli.Meskipun Zad bukan anaknya Bu Tursih, namun Bu Tursih perduli pada Zad ketika wajah Zad tiba-tiba meredup ketika sedang makan malam bersama. 

Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Betul.Bahagia itu ada di sini,” ujar Bu Tursih seraya menepuk dadanya pelan.“Dan bahagia itu sederhana.Saat kita bisa berbagi dan tertawa bersama, itulah bahagia. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, itu juga bahagia. Yang harus selalu diingat, bahagia itu ndak harus dicari, melainkan diciptakan di hati.”(Halaman: 82)

Berdasarkan kutipan di atas, dapat terlihat kelemah lembutan Bu Tursih.Ia menjelaskan pada Zad bahwa bahagia itu tidak harus dicari melainkan kita sendiri yang menciptakan.

Berdasarkan seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Bu Tursih adalah seseorang yang baik dan memiliki rasa keibuan yang cukup tinggi. Dengan rasa keibuannyalah ia memahami tentang perasaan Zad hanya dari raut muka yang diperlihatkan Zad. Bu Tursih juga seorang ibu yang lemah lembut dan peduli terhadap keadaan sekitar.

9. Tokoh Pak Gio

Pak Gio adalah seorang Pria berumur 45 tahun yang berperangai halus. Pak Gio inilah yang mendukung sepenuhnya kerja keras Mas Gendro. Pak Gio memiliki perhatian serius pada kebudayaan lokal yang dianggapnya terancam punah. Pak Gio juga memiliki sifat yang baik dan bijaksana. Hal tersebut dapat dilihat dari kutipan di bawah ini.

“Lantas, apa upaya kita untuk ikut melestarikan budaya Indonesia sebagai asset bangsa?”Pak Gio bertanya sekaligus menjawabnya sendiri, “Salah satu yang paling sederhana adalah mneumbuhkan niat dan kesadaran pada diri sendiri.Itu yang paling penting. Lalu, lakukan upaya yang sama pada generasi muda disekitar kita. Kalau upaya ini terus dilakukan, diharapkan budaya adiluhung bangsa tidak akan mudah oleh budaya asing.”(Halaman: 143)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Pak Gio memiliki niat yang baik untuk melestarikan budaya.Pak Gio menjelaskan bahwa untuk melestarikan budaya adalah dengan kesadaran pada diri kita sendiri sebagai generasi penerus bangsa. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Begini saja, karena Mas Zad sudah berjanji kepadanya maka jalan tengahnya adalah berikan saja sekadarnya kepadanya. Memang, terdengar aneh dan kurang bijak karena sama artinya dengan membiarkan dan mendukung kecurangan itu tetap berlangsung. Akan tetapi, dampaknya akan lebih buruk jika Mas Zad mengingkari janji tersebut. Mas Zad mungkin akan mendapatkan musuh baru di sini. Kita harus ingat, bagaimanapun juga, Pak RT masih mempunyai banyak pendukung di sini.”(Halaman: 148)

Berdasarkan kutipan di atas, dapat terlihat bahwa Pak Gio adalah orang yang bijaksana.Ia menyarankan Zad untuk tetap memberikan uang kepada Pak RT, meskipun sebenarnya itu tidak benar. Namun, jika Zad tidak jadi memberikan uang kepada Pak RT maka Zad akan memiliki musuh baru.

Dari semua kutipan di atas, disimpulkan bahwa Pak Gio adalah seseorang yang sangat peduli dengan budaya. Ia selalu bersikap bijaksana dan baik. Pak Gio juga selalu mendukung hal positif yang dilakukan oleh Mas Gendro.

10. Tokoh Ruth

Ruth adalah salah seorang teman kos Gendis. Ia berasal dari Papua. Ruth terlihat sangat serius dalam menghadapi segala hal dan hampir tidak bisa di ajak bercanda. Tapi Ruth adalah seorang teman yang baik dan bijakasana. Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan di bawah ini.

“Fya, bukankah Zad dan Gendis itu teman kalian?”Ruth mengawasi wajah Fya di samping kanannya…”Kalian datang kesini untuk mencari Zad atau Gendis.Ini yang dinamakan setia kawan, Fya.Kita rela berbagi suka dan duka dalam banyak hal.Tolong berhenti mengeluh, ini akan membuatmu tambah stres saja!”(Halaman: 66)

Berdasarkan kutipan di atas, dapat terlihat bahwa Ruth adalah seorang teman yang bijaksana. Ia menjelaskan pada Fya arti dari sebuah persahabatan. Hal tersebut juga terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Ayo kita pulang saja!”Ruth membujuk Gendis melihat keadaan yang makin panas. “Mending alah satu mengalah dari pada rebut dan mengundang perhatian orang.” (KATB: 101)

Berdasarkan kutipan di atas, terlihat bahwa Ruth sangat baik. Ia mengajak Gendis untuk pulang kerumahnya dan meninggalkan Fya. Karena jika Gendis tetap disitu maka keadaan akan semakin memanas. Dan Ruth meminta Gendis untuk mengalah.

Dari seluruh kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Ruth memang seorang teman yang baik. Meskipun, Ruth termasuk orang yang tidak bisa diajak bercanda dan selalu menanggapi sesuatu dengan serius.


Baca Juga :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel