Rancangan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi Menggunakan Pendekatan CRT - erapandu

Rancangan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi Menggunakan Pendekatan CRT

Rancangan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi Menggunakan Pendekatan CRT

Prinsip Pengajaran dan Asesmen Topik 4 Ruang Kolaborasi - Rancangan pembelajaran dan asesmen menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching CRT). Modul ajar dengan tujuan pembelajaran sesuai dengan capaian pembelajaran, tujuan memuat aspek ABCD. Pertanyaan pemantik yang sesuai. Kegiatan inti sesuai sintak PBL secara jelas dan tepat. TPACK dan diferensiasi muncul. Penutup lengkap dan jelas. Instrumen penilaian formatif ada secara jelas. Rubriknya asesmen jelas dan LKPD ada dan jelas serta sesuai tujuan pembelajaran.

Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA
NILAI-NILAI TEKS CERITA HIKAYAT

 

INFORMASI UMUM

Identitas Modul

Nama Penyusun               : erapandu.com
Penyusunan Modul          : 2023
Fase/Kelas                        : E/X
Semester                           : Satu
Materi Pokok                   : Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman (Teks Hikayat)
Alokasi Waktu                 : 2 JP x 45 menit
Jumlah Pertemuan            : 1 kali

Materi Pembelajaran

  • Nilai-nilai dalam Teks Cerita Hikayat

Pendekatan Pembelajaran

  •  Culturally Responsive Teaching (CRT)

Model Pembelajaran       

  • Problem Based Learning

Metode Pembelajaran

·         Ceramah

·         Diskusi

·         Penugasan kelompok

·         Tanya jawab

Sarana dan Prasarana

·         Proyektor dan LCD

·         Laptop

·         PowerPoint

·         LKPD

·         Internet

·         Gawai

·         Quizizz

·         Padlet

Profil Pelajar Pancasila

·         Bernalar kritis

·         Kreatif

·         Bergotong royong

 

KOMPETENSI INTI

Capaian Pembelajaran

Elemen

Capaian Pembelajaran

Membaca

  • Peserta didik mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi, dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.
  • Peserta didik menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan simpati, peduli, empati, dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan audiovisual secara kreatif.
  • Peserta didik menggunakan sumber lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan dengan isi teks.

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning, peserta didik mampu menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita hikayat dengan lengkap dan tepat.

Kompetensi Awal

  • Peserta didik telah mampu menemukan makna tersurat dan tersirat dalam cerita hikayat.
  • Peserta didik telah mampu mengidentifikasi informasi dan makna cerita hikayat.

Pemahaman Bermakna

  • Keterampilan membaca dan mengidentifikasi berupa nilai-nilai yang terdapat pada teks cerita hikayat.
  • Keterampilan menyampaikan kembali informasi berupa nilai-nilai yang terdapat pada teks cerita hikayat kepada orang lain dari hasil membaca.

Pertanyaan Pemantik

  • Apa itu budaya ?
  • Budaya apa yang ada di lingkungan kalian (rumah, kelas, masyarakat) ?
  • Apa saja nilai-nilai budaya yang ada dilingkungan kalian ?
  • Apakah ada hubungan antara nilai budaya dengan nilai lainnya (moral, sosial, agama)?

Kegiatan Pembelajaran

 

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar.
  2. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa sebelum pembelajaran dimulai.
  3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menayakan kesiapan belajar.
  4. Motivasi (memberi stimulus/ IceBreaking/pepatah).
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
  6. Guru memberikan apresepsi yaitu mengulas materi sebelumnya dan dikaitkan dengan materi yang akan diajarkan.
  7. Peserta didik bersama guru mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan pengalaman atau kehidupan peserta didik.
  8. Guru melakukan asesmen diagnostik menggunakan quiziz sebagai acuan pembentukan kelompok diferensiasi (kemampuan sudah berkembang/mahir, kemampuan belum berkembang/belum mahir).
  9. Guru membangun konteks dengan memberikan pertanyaan pemantik yang berhubungan dengan nilai kebudayaan yang sering dilakukan atau dilihat dilingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

  • Apa itu budaya ?
  • Budaya apa yang ada di lingkungan kalian (rumah, kelas, masyarakat) ?
  • Apa saja nilai-nilai budaya yang ada dilingkungan kalian ?
  • Apakah ada hubungan antara nilai budaya dengan nilai lainnya (moral, sosial, agama)?

Kegiatan Inti (30 Menit)

a. Orientasi peserta didik pada masalah

1.  Guru menayangkan PowerPoint yang berisi materi mengenai nilai-nilai yang terdapat pada teks cerita hikayat.

2.    Guru memberikan pertanyaan kepada setiap peserta didik untuk mengkreasikan ungkapan pikiran atau pandangan dari materi yang dipelajari.

3.      Guru menyampaikan suatu masalah yang akan dipecahkan bersama-sama secara kelompok. Masalah yang disampaikan berupa nilai-nilai yang terdapat dalam cerita hikayat.

4.    Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan hasil asesmen diagnostik (Terbagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 orang).

5.      Kelompok mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru.

     b. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar

6.      Guru memberikan LKPD pada masing-masing kelompok.

7.   Guru mengarahkan peserta didik untuk membaca masing-masing cerita hikayat yang dibagikan guru.

8.   Peserta didik melakukan penyelidikan (mencari data) atau jawaban mengenai nilai-nilai pada masing-masing cerita hikayat yang dibaca.

c   c. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

9.  Guru memantau keterlibatan peserta didik dalam pengumpulan data/jawaban selama proses penyelidikan.

10. Peserta didik melakukan penyelidikan (mencari data/jawaban) untuk bahan diskusi kelompok terkait dengan analisis nilai-nilai dalam cerita hikayat “Si Miskin” setiap masing-masing kelompok.

11.  Pada kelompok kurang mahir yang memiliki kemampuan belum berkembang, guru memberikan dampingan dan bimbingan secara intensif.

d   d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

12. Guru memantau diskusi dan membimbing menyajikan hasil diskusi dalam Lembar Kerja Peserta Didik.

13. Kelompok melakukan diskusi untuk menemukan jawaban dalam pemecahan masalah dan hasilnya disajikan dalam bentuk karya yang mereka minati. Misalnya peta konsep/main mapping, infografis, salindia, poster, dan lain sebagainya.

e   e. Menganalisis dan Mengevaluasi proses pemecahan masalah

14. Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain.

15. Urutan presentasi dilakukan dengan bermain fungame lagu daerah berjudul gundul-gundul pacul dari jawa Tengah.

16. Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok yang lain memberikan apresiasi, tanggapan, saran, ataupun pertanyaan.

17. Kegiatan dilanjutkan dengan merangkum/ membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok lain.

 

Kegiatan Penutup (5 Menit)

  1. Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan melalui media padlet: https://padlet.com/ppgrobbahpamungkas44/refleksi_nilai_cerita_hikayat
  2. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan atau kesulitan belajar yang dihadapi.
  3. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran
  4. Guru menyampaiakan materi yang akan dibahas dipertemuan selanjutnya
  5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi diakhiri dengan berdoa bersama.
  6. Guru menutup pembelajaran dengan salam penutup

Asesmen

Jenis Asesmen

Teknik

Instrumen

Waktu Pelaksanaan

Diagnostik

Tulis

Soal pilihan ganda

Awal pembelajaran

Formatif

Tulis

LKPD, Rubrik

Saat proses pembelajaran

 

Remidial

Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar, mereka mengerjakan tugas mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam cerita hikayat yang lain.

Pengayaan

Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar, mengerjakan tugas menganalisis dan menuliskan perbedaan karakterisasi dan nilai dalam cerita hikayat dan cerita pendek (cerpen).

 

LAMPIRAN

 

Lampiran 1. Lembar Kerja Peserta Didik

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Kelas / Kelompok       :    ............... / ....................

Anggota / No Absen   :

1.      ......................................
2.      ......................................
3.      ......................................
4.      ......................................
5.      ......................................
6.      ......................................

Materi                          : Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat papda teks cerita hikayat

Judul Hikayat              : ........................................

Petunjuk Kerja :

Bacalah teks hikayat yang berjudul “Si Miskin” dengan teliti dan cermat untuk menjawab pertanyaan pada soal LKPD !

1.       Setelah membaca teks hikayat yang berjudul Si Miskin, temukan nilai-nilai yang terdapat di dalam cerita hikayat tersebut!

NILAI

KONSEP NILAI

BUKTI KALIMAT

Religius

 

 

Budaya

 

 

Sosial

 

 

Moral

 

 

Contoh:

Sosial

Saling membantu dan gotong royong terhadap sesama manusia.

Sejak sekarang kita harus sa-ijaan, seiring sejalan. Seia sekata, sampai ke anak-cucu kita. Kita harus rakat mufakat, bantu membantu, bahu membahu. Setuju? (Hikayat Saijan dan Ikan Todak)

2.  Sajikanlah jawaban Anda dalam bentuk media yang dikehendaki (peta konsep/ mind mapping, infografis, screap book).

 

Lampiran 2. Kunci Jawaban

Kunci Jawaban LKPD

Hikayat “Si Miskin”

NILAI

KONSEP NILAI

BUKTI KALIMAT

Religius

Percaya kepada Tuhan bahwa Ialah yang menentukan nasib manusia.

Hatta maka dengan takdir Allah Swt. Menganugerahi kepada hambanya. Maka si Miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu. Maka tergalilah kepada sebuah telaju yang besar berisiemas terlalu banyak.

Budaya

Tunduk kepada raja

Lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku.

Sosial

Saling tolong menolong antar sesame yang membutuhkan tanda rasa pamrih.

Maka terlalu belas hati sekalian orang pasar itu yang mendengar kata si Miskin. Seperti hancurlah rasa hatinya. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan.

Moral

Bersikap        bijaksana menghadapi segala hal dalam hidup kita.

“Diamlah tuan, jangan menangis! Berilah kakanda pergi mencaharikan tuan buah mempelam itu, jikalau dapat oleh kakanda akan buah mempelam itu kakanda berikan pada tuan.”

 

Lampiran 3. Rubrik penilaian dan pedoman penskoran

Rubrik Penilaian

No.

Aspek

Indikator

Skor

Skor Maks

1

Kelengkapan konten

Peserta didik menyajikan tugas yang berisi  nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat “Si Miskin” dengan tepat lengkap (4 nilai)

3

3

 

Peserta didik menyajikan tugas yang berisi nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat “Si Miskin” dengan tepat tetapi kurang lengkap (kurang dari 4 nilai)

2

 

Peserta didik menyajikan tugas yang berisi nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat “Si Miskin” dengan kurang tepat (4 nilai atau kurang dengan bukti yang salah)

1

2

Bahasa

Peserta didik menyusun redaksi dalam prodak (mind mapping, infografis, screap book) dengan bahasa yang baku dan mudah di pahami.

3

3

 

Peserta didik menyusun redaksi dalam prodak (mind mapping, infografis, poster, screap book) dengan bahasa yang kurang baku dan mudah di pahami.

2

 

Peserta didik menyusun redaksi dalam prodak (mind mapping, infografis, poster, screap book) dengan bahasa yang kurang baku dan mudah di pahami.

1

3

Kreativitas

Peserta didik mempertimbangkan pemilihan bentuk, wana, tata letak, dan keterbacaan tulisan sengat detail.

4

4

 

Peserta didik mempertimbangkan pemilihan  bentuk, wana, tata letak, dan keterbacaan tulisan dengan detail.

3

 

Peserta didik mempertimbangkan pemilihan  bentuk, wana, tata letak, dan keterbacaan tulisan kurang detail.

2

 

Peserta didik mempertimbangkan pemilihan bentuk, wana, tata letak, dan keterbacaan  tulisan kurang detail dan tidak menarik.

1

Jumlah skor 10

Pedoman pensekoran : Jumlah Skor X 10 = 100

 

Rubrik Penilaian Presentasi


 

No

 

Kriteria Penilaian

Kurang (20-30)

Cukup (40-59)

Baik (60-79)

Sangat

Baik (80-100)

Tindak Lanjut

1

Penguasaan Materi

 

 

 

 

 

2

Alat peraga dan

presentasi

 

 

 

 

 

3

Kekompakan

pembagian kelompok

 

 

 

 

 

4

Penyampaian

 

 

 

 

 

Jumlah Skor

 

Pedoman Penskoran

Jumlah skor (sangat baik) : 4 = 400:4 = 100

 


Lampiran 4. Teks Cerita Hikayat “Si Miskin”

Teks Hikayat

“Si Miskin”

Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri Antah Berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.

Hatta beberapa lamanya maka istri si Miskin itu pun hamillah tiga bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia di Keinderaan menjadi raja tiada ia mau beranak. Maka sekarang telah mudhorot. Maka baharulah hendak beranak seraya berkata kepada istrinya, “Ayo, hai Adinda. Tuan hendak membunuh kakandalah rupanya ini. Tiadakah tuan tahu akan hal kita yang sudah lalu itu? Jangankan hendak meminta barang suatu, hampir kepada kampung orang tiada boleh.”

Setelah didengar oleh istrinya kata suaminya demikian itu maka makinlah sangat ia menangis. Maka kata suaminya, “Diamlah tuan, jangan menangis! Berilah kakanda pergi mencaharikan tuan buah mempelam itu, jikalau dapat oleh kakanda akan buah mempelam itu kakanda berikan pada tuan.”

Maka istrinya itu pun diamlah. Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencahari buah mempelam itu. Setelah sampai di orang berjualan buah mempelam maka si Miskin itu pun berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan dipalu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam, “Hai miskin. Apa kehendakmu?”

Maka sahut si Miskin, “Jikalau ada belas dan kasihan serta rahim tuan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja tuan.”

Maka terlalu belas hati sekalian orang pasar itu yang mendengar kata si Miskin. Seperti hancurlah rasa hatinya. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si Miskin itu pun heranlah akan dirinya oleh sebab diberi orang pasar itu berbagaibagai jenis pemberian. Adapun akan dahulunya jangankan diberinya barang suatu hamper pun tiada boleh. Habislah dilemparnya dengan kayu dan batu. Setelah sudah ia berpikir dalam hatinya demikian itu maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya.

Maka katanya, “Inilah Tuan, buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanmakanan dan kain baju. Itupun diinjakkannyalah istrinya seraya menceriterakan hal ihwalnya tatkala ia di pasar itu. Maka istrinya pun menangis tiada mau makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam taman raja itu. “Biarlah aku mati sekali.”

Maka terlalulah sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiada lah berdaya lagi. Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itu pun sedang ramai di hadap oleh segala raja-raja. Maka si Miskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.

Maka titah baginda, “Hai Miskin, apa kehendakmu?”

Maka sahut si Miskin, “Ada juga tuanku.” Lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikalau ada karenanya Syah Alam akan patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohonkan buah mempelam Syah Alam yang sudah gugur ke bumi itu barangkali Tuanku.”

Maka titah baginda, “Hendak engkau buatkan apa buah mempelam itu?” Maka sembah si Miskin, “Hendak dimakan, Tuanku.” Maka titah baginda, “Ambilkanlah barang setangkai berikan kepada si Miskin ini”.

Maka diambilkan oranglah diberikan kepada si Miskin itu. Maka diambillah oleh si Miskin itu seraya menyembah kepada baginda itu. Lalu keluar ia berjalan kembali. Setelah itu maka baginda pun berangkatlah masuk ke dalam istananya. Maka segala raja-raja dan menteri hulubalang rakyat sekalian itu pun masing-masing pulang ke rumahnya. Maka si Miskin pun sampailah kepada tempatnya. Setelah dilihat oleh istrinya akan suaminya datang itu membawa buah mempelam setangkai. Maka ia tertawa-tawa. Seraya disambutnya lalu dimakannya.

Maka adalah antaranya tiga bulan lamanya. Maka ia pun menangis pula hendak makan nangka yang di dalam taman raja itu juga. Demikian juga si Miskin mendapat nangka di kebun raja itu untuk istrinya yang mengidam itu. Adapun selama istrinya si Miskin hamil maka banyaklah makan-makanan dan kain baju dan beras padi dan segala perkakasperkakas itu diberi orang kepadanya.

Dan pada ketika yang baik dan saat yang sempurna, pada malam empat belas hari bulan maka bulan itu pun sedang terangtumerang maka pada ketika itu istri si Miskin itu pun beranaklah seorang anak lelaki terlalu amat baik parasnya dan elok rupanya. Anak itu dinamakan Marakarmah, artinya anak di dalam kesukaran.

Hatta maka dengan takdir Allah Swt. menganugerahi kepada hambanya. Maka si Miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu. Maka tergalilah kepada sebuah telaju yang besar berisi emas terlalu banyak. Maka istrinya pun datanglah melihat akan emas itu. Seraya berkata kepada suaminya, “Adapun akan emas ini sampai kepada anak cucu kita sekalipun tiada habis dibuat belanja.”

Ia menjadi kaya dan menempah barangbarang keperluannyakendi, lampit, utar-utar, pelana kuda, keris, dan sebagainya. Sekembalinya dari menempah barang-barang itu dia mandi berlimau, menimang anaknya dan berseru, “Jikalau sungguhsungguh anak dewa-dewa hendak menerangkan muka ayahanda ini, jadiIah negeri di dalam hutan ini sebuah negeri yang lengkap dengan kota, parit dan istananya serta dengan menteri, hulubalang, rakyat sekalian dan segala raja-raja di bawah baginda, betapa adat segala raja-raja yang besar!”

Kabul permintaan itu dan si Miskin menjadi raja bertukar nama Maharaja Indera Angkasa dan istrinya bertukar nama Ratna Dewi dan negeri itu dinamakan Puspa Sari.

(Sumber: Bunga Rampai Melayu Kuno, 1952, dengan penyesuaian)

 

 

Lampiran 5. Materi

Nilai-nilai dalam Teks Cerita Hikayat

Teks hikayat mengandung nilai-nilai yang dapat diteladi oleh pembaca. Adapun nilai- nilai dalam hikayat diantaranya:

a.   Nilai moral : Nilai moral merupakan nilai yang menjadi standar baik dan buruk. Secara umum, nilai moral adalah nasihat-nasihat yang berkaitan dengan budi pekerti, perilaku, atau tata susila yang dapat diperoleh pembaca dari cerita yang dibaca atau dinikmatinya. Perbuatan moral yang baik antara lain adalah menghargai orang lain, berderma, setia, dan jujur.

b.    Nilai agama : Nilai agama adalah nilai yang berasal dari ajaran agama. Nilai agama memiliki kebenaran yang mutlak. Nilai agama biasanya ditandai dengan penggunaan kata dan konsep Tuhan, makhluk ghaib, dosa-pahala, serta surge- neraka.

c.     Nilai sosial : Nilai sosial adalah nilai yang berasal dari hubungan masyarakat. Indikasi nilai sosial dikaitkan dengan kepatuhan dan kepantasan bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun contoh nilai sosial adalah kerjasama, kepedulian, toleransi, dan kebersamaan.

d.  Nilai budaya : nilai yang berkaitan dengan adat istiadat atau kebiasaan disuatu wilayah tertentu. Ciri khas nilai-nilai budaya dibandingkan nilai lainnya adalah masyarakat takut meninggalkan atau menentang nilai tersebut karena “takut” sesuatu yang buruk akan menimpanya.

 


0 Response to "Rancangan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi Menggunakan Pendekatan CRT"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel