Rangkuman Materi Cerita Fabel - erapandu

Rangkuman Materi Cerita Fabel

Rangkuman Materi Cerita Fabel

Materi Bab 6 Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel Bahasa Indonesia Kelas 7 - Memahami pengertian dari cerita fabel, ciri-ciri fabel, jenis-jenis fabel, unsur-unsur fabel, struktur dan bahasa fabel, dan contoh cerita fabel.


Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh

A. Pengertian Cerita Fabel

Cerita merupakan jenis teks narasi. Teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur cerita.

Fabel berasal dari bahasa Latin yakni fabulat, artinya cerita kehidupan hewan berperilaku layaknya manusia.

Fabel adalah cerita fiksi yang berisi ajaran moral dan budi pekerti dimana tokohnya diperankan oleh para binatang yang digambarkan seperti watak manusia memiliki perasaan, berbicara, berpikir, bersikap, dan memiliki emosi.

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti).

Kadang kala fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia seperti jika sebuah latar di daerah pemukiman manusia.

Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral.

Konflik pada fabel disebabkan oleh pengkhianatan, kelicikan, penghinaan, kesombongan, persahabatan, perilaku buruk yang akhirnya diperbaiki, kecerdikan, keluarga, dan sebagainya.

Konflik-konflik tersebut mengemban amanat berupa nilai-nilai moral dan karakter manusia yang baik.

B. Ciri-ciri Fabel

  • Mengambil tokoh dari para binatang yang menjadi pelaku dalam cerita
  • Berupa cerita fiksi bukan kisah nyata
  • Watak tokoh para binatang digambarkan seperti watak manusia, yakni ada yang baik dan ada yang buruk
  • Tokoh para binatang bisa berbicara seperti manusia
  • Cerita memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab-akibat dan diurutkan dari awal sampai akhir
  • Menggunakan setting atau latar alam (hutan, sungai, kolam, dll)
  • Bahasa yang digunakan menggunakan kalimat naratif/peristiwa, kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh, dan menggunakan kata sehari-hari dalam situasi tidak formal (bahasa percakapan)

.
Resume:
  • Penokohan adalah pemberian karakter pada tokoh.
  • Karakter tokoh bisa bersifat protagonis/yang disukai atau tokoh antagonis/yang tidak disukai.
  • Watak tokoh dapat dilihat dari penggambaran fisik,
  • penggambaran tindakan tokoh, dialog tokoh, monolog, atau
  • komentar/narasi penulis terhadap tokoh.
  • Setting atau latar adalah tempat dan waktu kejadian serta suasana dalam cerita.
  • Latar dibagi menjadi 3 jenis: latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.
  • Tema adalah gagasan yang mendasari cerita.
  • Tema dapat ditemukan dari kalimat kunci yang diungkapkan tokoh, atau penyimpulan keseluruhan peristiwa sebab-akibat pada cerita.
  • Amanat adalah pesan yang disampaikan penulis secara tidak langsung.
  • Amanat disimpulkan dari sikap penulis terhadap permasalahan yang diangkat pada cerita.


C. Jenis-jenis Fabel

Fabel memiliki beberapa kategori jenis, yakni jenis fabel dilihat dari waktu kemunculannya, jenis fabel dari paparan watak tokoh, dan jenis fabel dilihat dari alur kemunculan pesan.

1. Jenis Fabel dilihat dari Waktu Kemunculannya

a. Fabel Klasik

Fabel klasik adalah cerita fabel berisi pendidikan moral dan budi pekerti yang sudah ada sejak zaman dahulu yang dikenal luas dari lisan ke lisan tanpa diketahui waktu kemunculannya dan siapa pengarangnya.

Ciri-ciri Fabel Klasik
  • Cerita terkesan pendek
  • Tema yang diangkat sangat sederhana
  • Tidak diketahui kapan kemunculannya
  • Tidak diketahui pengarangnya
  • Awal dikenal dan tersebar luas dari mulut ke mulut
  • Banyak pesan moral, petuah, dan amanat yang disampaikan di dalam cerita
  • Tokoh hewan dalam cerita biasanya masih memiliki sifat hewani

Contoh Fabel Klasik
  • Kancil dan Buaya
  • Gagak dan Elang
  • Kalkun dan Elang
  • Semut dan Belalang

b. Fabel Modern

Fabel modern adalah cerita fabel yang muncul dalam waktu belum lama yang kebanyakan berisi peristiwa atau keadaan saat ini sesuai pandangan penulis maupun pengarangnya sebagai suatu ekspresi dalam karya sastra.

Fabel modern ini memiliki panjang cerita yang beragam, ada yang pendek maupun panjang. Cerita telah melebar dan mengalami perluasan latar, tempat, dan waktu sehingga menjadikannya lebih rumit namun melahirkan banyak pesan moral yang bisa diambil.

Tokoh yang diceritakan di dalam fabel modern juga lebih beragam tidak hanya 2 atau 3 hewan saja.

Fabel modern dikenal dari media cetak maupun media digital seperti buku dan internet beserta pengarang ceritanya dan jumlahnya lebih banyak ketimbang fabel klasik.

Ciri-ciri Fabel Modern
  • Cerita biasanya lebih panjang dan luas
  • Karakter tokoh lebih unik
  • Cerita yang diambil lebih epik atau saga dan menggunakan prosa yang mengisahkan tentang pahlawan
  • Dikenal dan dibuat di buku atau internet
  • Dicantumkan penulis/pengarangnya

2. Jenis Fabel dilihat dari Paparan Watak Tokoh dan Latar

a. Fabel Alami

Fabel alami adalah cerita fabel dengan watak atau ciri khas dari tokoh binatang seperti pada kondisi alam nyata dan menggunakan alam sebagai latar.

Misalnya:
  • kura-kura diberi watak lamban (watak cirikhas kura-kura)
  • singa buas dan ganas (watak cirikhas singa)
  • Harimau hidup di hutan (latar cirikhas harimau)

b. Fabel Adaptasi

Fabel adaptasi adalah fabel yang memberikan watak tokoh dengan mengubah watak aslinya pada dunia nyata dan menggunakan tempat-tempat lain sebagai latar.

Misalnya:
  • Harimau mengendarai mobil berangkat kerja ke kantor
  • Beruang punya rumah seperti manusia, dan tidur di kasur menggunkan bantal seperti manusia

3. Jenis Fabel Dilihat dari Alur Kemunculan Pesan

Koda adalah bagian terakhir dari cerita yang berisikan pesan-pesan moral atau amanat yang terdapat di dalam cerita fabel itu sendiri.

a. Jenis Fabel dengan Koda

Fabel dengan koda adalah fabel dengan memunculkan secara eksplisit pesan pengarang di akhir cerita.

Alur fabel dengan koda dimulai pengenalan, mulai munculnya masalah, masalah memuncak, dan ditutup dengan pemecahan masalah dengan pesan-pesan eksplisit.



Jenis Fabel dengan Koda


b. Jenis Fabel Tanpa Koda

Fabel tanpa koda adalah cerita fabel yang tidak memberikan eksplisit pesan pengarang di akhir cerita.

Alur fabel tanpa koda dimulai pengenalan, mulai munculnya masalah, masalah memuncak, kekmudian ditutup hanya dengan pemecahan masalah.

Jenis Fabel Tanpa Koda



Download Rangkuman Materi Pelajaran Tingkat SMP dan SMA 

Buka/Unduh


D. Struktur dan Bahasa Fabel

Struktur Fabel

Fabel memiliki 4 struktur bagian

struktur fabel

Struktur empat ini diawali dengan judul.  judul adalah kepala karangan yang memiliki fungsi untuk mengarahkan pikiran pembaca tentang gambaran umum isi fabel.

1. Orientasi

Orientasi adalah bagian awal dari suatu cerita yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat, dan waktu.

Ciri-ciri Orientasi
  • pengenalan tokoh, 
  • latar, 
  • watak tokoh, 
  • konflik

Contoh:

"Pada zaman dahulu, hiduplah sekelompok gajah raksasa. Pada siang terik itu Gajah bersama teman-temannya berjalan tegap ke arah perkampungan Semut. Panas terik tak dihiraukan. Mereka tetap berjalan sambil bercanda ria."

2. Komplikasi

Komplikasi adalah munculnya konflik atau permasalahan antara satu dengan tokoh yang lain. Komplikasi ini yang mengarah ke klimaks dari cerita yakni puncak terjadinya suatu konflik.

Ciri-ciri Komplikasi
  • Hubungan sebab akibat yang memunculkan masalah hingga masalah itu memuncak
  • Dimulai dari munculnya masalah sehingga masalah mencapai komplikasi/klimak (masalah memuncak)

Contoh :

"Tiba-tiba datanglah badai yang teramat kencang dan menghancurkan semua makanan yang telah dikumpulkannya berbulan-bulan. Semut menangis membayangkan masalah yang akan dihadapi di musim dingin."

3. Resolusi

Resolusi adalah bagian cerita fabel yang berisi pemecahan masalah.

Ciri-ciri resolusi : Penyelesaian masalah

Contoh:

"Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatang-binatang yang lainya."

4. Koda

Koda adalah bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut. Koda bisa ada boleh tidak diterapkan pada fabel.

Ciri-ciri Koda : Nilai moral yang diungkapkan pengarang secara impisit pada akhir cerita

Contoh : 
  • "Siapa yang menanam akan menuai. Siapa yang berbuat baik akan dibalas dengan perbuatan baik. Begitu juga sebaliknya. Orang yang menanam keburukan akan menuai hasil keburukannya sendiri."
  • "Kejahatan akan selalu dikalahkan oleh kebaikan. Apa pun yang berbuat jahat akan dikalahkan oleh perbuatan baik"

Bahasa Fabel

1. Penggunaan Kata dan Kalimat pada Fabel

a. Kata atau Diksi 

Penggunaan kata diksi pada fabel sebagai pilihan kata yang mudah diimajinasikan untuk menunjukkan latar, baik latar suasana, latar waktu, maupun latar tempat diperlukan diksi yang tepat.

b. Penggunaan Sinonim dan Antonim

Kata sinonim dan antonim sebagai variasi kata untuk menggambarkan atau mendeskripsikan sifat.
Contoh: sifat baik dan jahat, sifat baik dan penyabar.

2. Penggunaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

  • Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan secara langsung kepada orang yang dituju. Kalimat langsung ditandai dengan pemakaian tanda petik (“ ... “).
  • Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita.

3. Penggunaan kata sandang Si dan Sang pada fabel

Kata sandang merupakan sejenis kata penentu atau pembatas yang letaknya di depan kata benda atau kata sifat. Makna atau arti kata sandang bergabung dengan kata yang berada di belakangnya.
Kata sandang memiliki fungsi penting menentukan makna dalam kalimat.

Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital.

Pada fabel nama binatang biasanya digunakan sebagai nama tokoh sehingga ditulis dengan huruf besar.

Contoh:
  • sang Semut berkeliling taman sembari menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.
  • “Bagaimana caranya agar si Kecil rajin belajar?” tanya ibu.
  • sang Gajah berjalan perlahan-lahan dan bersembunyi agar kelakuannya tak diketahui oleh serigala.
  • si Kepompong memilih diam saja mendengar ejekan itu.

4. Penggunaan Kata Depan pada Fabel

Dalam teks cerita fabel biasanya juga digunakan kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu dirangkai dengan kata depan. Penulisan kata depan dipisah dengan kata yang mengikutinya.

Contoh : 
  • Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan.
  • Namun tidak seperti biasanya yang tenang, saat ini pasukan Semut Merah telah bersiap siaga pada posisi mereka masing-masing.

5. Penulisan Kata pada Fabel

Kelompokkan kata sambung dan kata depan yang banyak digunakan pada awal cerita, urutan kejadian berikutnya, akhir cerita.
  • Penulisan Kata Seru: Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat. (contoh: Wah, bukan main!)
  • Menyatakan hubungan waktu yang menyatakan permulaan digunakan kata sejak, semenjak, dan sedari.
  • Menyatakan hubungan waktu bersamaan digunakan kata waktu, sewaktu, tatkala, seraya, serta, selagi, sementara, selama, sambil, dan ketika.
  • Menyatakan hubungan waktu berurutan digunakan kata sebelum, setelah, sesudah, seusai, begitu, sehabis.
  • Menyatakan hubungan waktu batas akhir digunakan kata hingga , akhirnya, dan sampai.
  • Konjungsi urutan : digunakan untuk menghubungkan klausa dengan klausa.

Unsur-unsur Intrinsik Fabel

  • Tema: gagasan utama atau ide cerita dalam sebuah cerita.
  • Tokoh: pelaku dalam cerita yang dihadirkan dalam bentuk hewan sebagai personifikasi manusia.
  • Alur atau plot: jalan cerita yang berurutan dan biasanya tiap kejadian dihubungkan karena peristiwa sebab akibat.
  • Latar atau setting yang merupakan waktu dan tempat dari kejadian serta penggambaran suasana dalam cerita. Untuk latar sendiri biasanya terbagi menjadi 3, yaitu latar waktu, latar tempat, dan latar suasana.
  • Sudut pandang: teknik yang digunakan penulis dalam menyampaikan cerita. 
  • Ceritanya mengandung amanat atau moral yang bisa juga sudah tertulis di dalam cerita.
  • Amanat: pesan moral yang disampaikan penulis kepada pembaca. Amanat ini bisa terungkap lewat tulisan langsung di cerita atau tersirat.
  • Tujuan Komunikasi Fabel : disampaikan bertujuan untuk menginspirasi, menghibur, dan mendidik.

E. Contoh Cerita Fabel

1. Cerita Fabel 1

.
Belalang Sembah

Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga Semut dengan anggota jumlahnya yang sangat banyak. Semut ini membuat sarangnya dari daun-daun lalu mereka tempel menggunakan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari mulutnya. Para Semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan akan segera datang musim dingin yang cukup panjang. Ketika musim dingin makanan akan sangat sulit untuk didapatkan, maka para Semut itu segera mencari berbagai macam makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin telah tiba.

Berbeda halnya dengan seekor Belalang sembah, Belalang sembah memiliki mata yang besar dan tangan yang panjang. Mereka sering hidup di pohon-pohon seperti halnya para Semut. ketika musim dingin akan tiba Belalang sembah hanya berlatih menari. Setiap hari Belalang sembah itu hanya berlatih menari. Namun sang Belalang lupa bahwa dia harus mengumpulkan makanan untuk persiapannya menghadapi musim dingin.

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut. Dia menari dengan sangat anggun. Gerakan tangan dan badannya yang pelan dan lembut membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan. Para Semut melihat Sang Belalang sembah menari, namun mereka tidak menghiraukan tarian indahnya itu karena mereka memiliki tugas yang sangat penting.

Sang Belalang yang sedang menari melihat para Semut berjalan dengan membawa makanan untuk dibawa kesarangnya. Sang Belalang sembah heran dengan apa yang dilakukan Semut lalu dia bertanya kepada salah satu Semut tentara yang sedang berjaga di dekat para Semut pekerja ,“Kenapa kalian membawa makanan yang sangat banyak itu masuk ke sarang kalian?” sang Semut menjawab “Kami melakukannya agar kami tidak kelaparan saat musim dingin tiba.” Lalu sang Belalang kaget “Musim dingin?” kata sang Belalang sembah dengan kagetnya, “Kan masih lama, lebih baik kita bersenang-senang saja dulu”, kata sang Belalang. Semut tak menghiraukan Belalang. Semut tetap tekun mengumpulkan makanan.

Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya karena takut kehabisan. Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang. Belalang pun kembali bugar dan dia berjanji untuk dapat mengelola waktu dengan baik sehingga tidak berakibat buruk.

Masadepanadalahmilik setiaporang.Maka setiaporang perlumenyiapkan masa depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati kesenangan di masa sekarang tanpa memikirkan masa depan.

Adaptasi : dongengceritarakyat.com



2. Cerita Fabel 2

.
Cici dan Serigala
Karya Lilik Choir

Sore itu tiga kelinci kecil, Cici, Pusi, dan Upi bermain bersama di tempat lapang di hutan. Tiba-tiba Cici melihat sesuatu tergeletak dalam bungkus plastik. 

“Hai Teman-teman… lihatlah! Cici berteriak sambil menunjuk ke arah bungkusan plastik. “Wah… makanan teman-teman..” teriak Upi. 

“Asyik… sore ini kita makan enak..” Pusi bersorak kegirangan. 
Cici mengambil kue itu, membuka bungkusnya dan tercium aroma harum dari kue itu. Tiba-tiba muncul niat liciknya. 

“Ah… kue ini pasti nikmat sekali apalagi jika ku makan sendiri tanpa berbagi dengan mereka”. Gumamnya dalam hati. 

“Teman-teman sepertinya kue ini bekal pak tukang kayu yang sering ke hutan ini, mungkin dia baru saja kesini dan belum pergi terlalu jauh. bagaimana jika kususullkan kue ini, bukankah menolong orang juga perbuatan mulia? Cici meyakinkan temannya. 

Raut kecewa tergambar di wajah Upi dan Pusi, mereka gagal makan kue yang beraroma lezat itu. Cici berlari menjauhi temannya dan memakan kue itu sendiri. Tiba-tiba... 
Bruukk..!! 

“Aaahhgg… tolooong…” Cici menjerit keras. Seekor serigala muncul dari balik semak dan langsung menerkam tubuh mungil Cici. Cici pun menangis dan terus berteriak minta tolong. 

“Cici pun memutar otak mencari cara bagaimana agar ia bisa bebas dari cengkeraman serigala itu. Akhirnya ia mendapatkan ide.

“Pak serigala, aku punya dua teman di sana. Bagaimana jika mereka ku jemput ke sini supaya kamu dapat makan lebih banyak lagi”. Cici berusaha mengelabui serigala itu.
“Baiklah, segera panggil mereka tapi aku harus ikut di belakangmu.” jawab serigala.
“Pelan-pelan saja ya, jalanmu supaya mereka tidak mendengar langkah kakimu. Aku khawatir mereka akan lari ketakutan.” 

Cici pun berlari ke arah teman-temannya yang ditinggalkan tadi. Sementara serigala mengikutinya dengan langkah pelan. Menyadari hal itu Cici berlari sekuat tenaga sambil sesekali memanggil temannya. 

“Ups…!”, kaki Cici tiba-tiba terasa ada yang menarik. Ia pun menjerit dan bahkan tidak berani membuka mata.

“Jangan Pak Serigala… jangan makan aku, ampuni aku..” 
“Sst…, ini aku Ci, bukalah matamu, ini Upi dan Pusi..” 
“Ayo cepat Ci…” dengan rasa kebersamaan mereka pun akhirnya selamat. Napas mereka tersengal-sengal, keringatnya bercucuran. Cici menangis tesedu-sedu.

“Hik.. hik.. maafkan aku teman-teman, aku bersalah pada kalian. Aku telah berbohong..” Cici akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya. Temannya tidak marah apalagi membencinya. Cici pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi. 

“Sudahlah Cici… kami memaafkanmu…” kata Pusi dengan bijak.
“Terimak sih kawan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi..” jawab Cici dengan tulus.


3. Cerita Fabel 3

.
Gajah yang Baik Hati

Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan. Dia berjalanjalan mencari air.

Di tengah perjalanan dia melihat kolam dengan air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Kancil sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ia naik ke atas. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.

Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh Si Gajah yang kebetulan melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’

‘’Aku.. si Kancil sahabatmu.’’ Kancil terdiam sesaat mencari akal agar Gajah mau menolongnya.

‘’Tolong aku mengangkat ikan ini.’’ 
“Yang benar kau mendapat ikan?’’ 
‘’Bener..benar! Aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’

Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti.

‘’Kau mau memanfaatkanku, ya Cil?’’ Kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah.
Kancil hanya terdiam.

‘’Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran,’’ kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu.

Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan. Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya.

‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di tempat ini.’’ Dia berpikir apa ini karma karena dia sering menjaili teman-temannya.

Tidak lama, tiba-tiba Gajah muncul lagi. Kancil meminta tolong kembali.
 “Bagaimana Cil?” 
“Tolong aku, aku berjanji tidak akan iseng lagi” 
“Janji?” gajah menekankan. 

‘’Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang lain?’’

‘’Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’ Gajah menjulurkan belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas. Begitu sampai di atas Kancil berkata.

‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini.’’
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatangbinatang yang lainya.

Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka. Jika kita ha i-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang lain.


4. Cerita Fabel Bergambar


cerita fabel bergambar
cerita fabel bergambar


Isi Materi

  • Mengenali Ciri Fabel
  • Menceritakan Kembali Isi Fabel
  • Menelaah Struktur dan Bahasa Fabel
  • Memerankan Isi Fabel 

Tugas:

  • Rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita fabel
  • tokoh yang terdapat pada cerita fabel
  • perbedaan watak tokoh binatang dan kondisi asli dalam kehidupan nyata
  • Daftarlah latar cerita (tempat terjadinya cerita)
  • menyimpulkan jenis-jenis fabel ditinjau dari latar cerita dan watak tokoh dalam kehidupan nyata dibandingkan dalam cerita
  • jelaskan jenis fabel ditinjau dari jenis alurnya
  • Mengapa Ulu meremehkan teman-temannya
  • Ceritakan proses Ulu akhirnya menyadari kesalahannya
  • Mendiskusikan Ciri Bagian-bagian Fabel
  • Menelaah Variasi Pengungkapan Struktur Fabel
  • Mencermati Pola Pengembangan Judul
  • Menentukan Struktur Fabel
  • Mencermati Penggunaan Kata/kalimat pada Fabel
  • Memerankan Isi Fabel
  • Merancang Tokoh, Watak, Dialog, Latar Sesuai Isi fabel
  • Apa yang dimaksud dengan fabel dan contoh?
  • Apakah yang dimaksud dengan jenis cerita fabel?
  • Apa pengertian fabel dan apa ciri ciri fabel?
  • Apa saja ciri ciri cerita fabel?
  • Apa yang dimaksud dengan fabel Berikan 3 contoh judulnya?
  • Apa saja contoh fabel?
  • Jelaskan secara singkat berdasarkan apa yang telah Anda pelajari apa saja struktur dari teks fabel?
  • Fabel adalah salah satu naskah cerita yang bersumber dari kisah cerita?
  • Cerita fabel itu seperti apa?
  • Apa saja 4 struktur atau bagian dari fabel?
  • Tentukan apa saja ciri fabel?
  • Apa ciri-ciri fabel alami?
  • Nilai apa yang terkandung dalam cerita fabel?



Materi Bab 6 Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel Bahasa Indonesia Kelas 7
Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas 7

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel