Rangkuman Materi Teks Prosedur Bahasa Indonesia Kelas 7 - erapandu

Rangkuman Materi Teks Prosedur Bahasa Indonesia Kelas 7

Materi Bab 3 Mewariskan Budaya Melalui Teks Prosedur Bahasa Indonesia Kelas 7

Materi Bab 3 Mewariskan Budaya Melalui Teks Prosedur Bahasa Indonesia Kelas 7 - Mengidentifikasi Ciri, Menyimpulkan Isi, Struktur dan Bahasa, Menulis dan Memeragakan Teks Prosedur.



Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh

Teks prosedur adalah langkah-langkah dalam melakukan aktivitas atau kegiatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Prosedur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. prosedur juga dapat dijelaskan sebagai metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah.

Tujuan teks prosedur adalah menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan agar seseorang dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu, melakukan suatu pekerjaan, atau menggunakan suatu alat.

Dari segi tujuannya teks prosedur adalah memandu orang untuk bisa melakukan sesuai prosedur dalam menghasilkan atau melakukan sesuatu.

A. Mengidentifikasi Ciri Teks Prosedur

1. Ciri-ciri Teks Prosedur

  • Panduan berupa langkah-langkah yang harus dilakukan
  • Terdapat panduan aturan atau batasan yang harus dilakukan
  • Kegiatan yang dilakukan secara urut (kalau tidak urut disebut tips)
  • Kebanyakan ditulis dalam bentuk poin atau angka
  • Menggunakan Kalimat Imperatif atau Perintah
  • Menggunakan Kata Kerja Aktif
  • Menggunakan Kata Keterangan
  • Terdapat Kalimat Larangan atau Saran
  • Menggunakan Konjungsi (kata hubung)

2. Tujuan Teks Prosedur

Tujuan teks prosedur adalah menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan agar pembaca/pemirsa dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu, melakukan suatu pekerjaan, atau menggunakan suatu alat.

3. Bahasa dalam Teks Prosedur

Ciri bahasa yang digunakan pada teks prosedur:
  • Kalimat berupa perintah, karena pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu kegiatan
  • Terdapat kalimat saran dan larangan agar diperoleh hasil maksimal pada waktu menggunakan atau membuat
  • Penggunaan kata dengan ukuran akurat ( contoh: ¼ tepung, 5 buah rimpang kunyit)
  • menggunakan kelompok kalimat dengan batasan yang jelas (contoh: rebus hingga menjadi bubur, lipat bagian ujung kanan sehingga membentuk segitiga sama kaki)

4. Jenis Teks Prosedur

Teks Prosedur memiliki 3 jenis utama:

  • Teks Prosedur Sederhana: berisi dua atau tiga langkah saja. (Contoh: prosedur mengoperasikan kipas angin).
  • Teks Prosedur Kompleks: terdiri atas banyak langkah dan jenjang untuk tiap tahapannya. (Contoh: prosedur membuat SIM).
  • Teks Prosedur Protokol: teks prosedur yang langkah-langkahnya bisa dibolak-balik, tapi tujuannya tetap bisa tercapai. (Contohnya cara memasak mie goreng).

Berdasarkan tujuannya, ada 3 jenis teks prosedur:
  • Memandu cara menggunakan/memainkan suatu alat (cara memainkan suatu alat musik)
  • Memandu cara membuat (ada bahan, cara, dan langkah)
  • Memandu cara melakukan sebuah kegiatan (cara menari, cara melakukan senam)

B. Struktur dan Bahasa pada Teks Prosedur

1. Struktur Teks Prosedur

a. Bagian Pendahuluan (Pernyataan tujuan)

Bagian ini menyebutkan apa yang dibuat atau dilakukan.

Penulis mencoba menangkap minat pembaca pada produk atau kegiatan yang akan dibuat panduannya, dengan menggunakan pilihan kata yang mampu menarik perhatian.

Contoh: Mudah dibuat atau dilakukan, cepat, bermanfaat, murah, sederhana, Lezat, bergizi (untuk makanan), Banyak hal yang menyenangkan, Menyehatkan, Memuaskan, dan lain sebagainya.

2. Material/Alat dan bahan yang digunakan

Teks prosedur cara membuat sesuatu diperlukan alat dan bahan. Misalnya resep makanan, membuat hiasan, atau membuat yang lain.

Alat dan bahan dirinci sampai ukuran yang akurat karena untuk menghasilkan produk yang baik.

3. Langkah-langkah

Langkah-langkah dalam teks prosedur merupakan inti dari tujuan teks prosedur.

Langkah-langkah berisi tahapa-tahap kegiatan/urutan kronologis (termasuk hal yang perlu diperhatikan; jika panduan untuk permainan, berikan aturan permainannya).

4. Kesimpulan

Cara membuat penutup teks prosedur adalah dengan merujuk kembali ke hal-hal pokok yang disebutkan dalam pendahuluan dan ulang kembali dengan kata yang lain (sinonim) atau ucapan selamat atau memotivasi orang untuk melakukan.

Contoh:
  • Ternyata mudah membuat masakan tradisional yang satu ini. Kue lezat siap dinikmati. 
  • Tidak serumit yang kita bayangkan ya, ternyata mudah bukan menjaga kesehatan sambil bekerja.
  • Praktis: bermanfaat

Bentuk Penyajian Langkah

Langkah dalam teks prosedur bisa disajikan dalam dua bentuk
  • bentuk uraian paragraf menggunakan kata .. pertama, ...., kedua, ketiga ...., dan
  •  bentuk penomoran pada setiap langkah dengan urutan ke bawah.
Penggunaan kata penghubung pada langkah
  • Menyatakan waktu : kemudian, ketika, sebelum, sementara, sesudah itu
  • Menyatakan tujuan : supaya, untuk, agar (untuk mencapai hasil terbaik panggang dengan api kecil seitar 10 menit.
  • Menyatakan urutan: pertama, kedua, ketiga

Penggunaan Kalimat Perintah, Saran, Larangan, dalam Langkah-langkah

  • Perintah: lakukan ini, lakukan itu
  • Dengan saran: untuk mencapai hasil terbaik sebaiknya lakukan ini
  • Peringatan: hindari, jangan lakukan
  • Konjungsi (kata sambung) urutan -langkah-langkah: Pertama, kedua, kemudian, berikutnya, setelah ini, setelah melakukan ini
  • Untuk memberi batasan digunakan konjungsi (sampai, hingga, dengan diaduk terus)
  • Terdapat pelesapan karena banyak hal yang sama sehingga terlalu banyak kalau tidak dilesapkan.


2. Bagian-Bagian Struktur Teks Prosedur

a. Struktur Teks Prosedur Cara Membuat

  • Tujuan
  • Bahan atau alat: memerinci bahan dan alat dengan ukuran yang akurat
  • Langkah: urutan langkah secara rinci per tahap
  • Penutuh: bagian lain penekanan pada keuntungan dan ucapan selamat

b. Struktur Teks Prosedur Cara Melakukan Pekerjaan

  • Tujuan: pengantar umum sebagai penanda apa yang akan dibuat/ dilakukan/ dan motivasi
  • Langkah: berisi urutan langkah
  • Penutuh: (bersifat pilihan, tidak wajib ada penutup)

3. Penggunaan Bahasa dalam Teks Prosedur

a. Penggunaan Kalimat perintah

Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengandung makna memerintah atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penutur atau penulisnya.

Ciri-Ciri Kalimat Perintah

  • Intonasi pada bagian tengah kalimat naik atau meninggi.
  • Diakhiri dengan tanda baca seru.
  • Kalimat perintah menggunakan pola inversi.
  • Biasanya menggunakan partikel lah ataupun kan.
Contoh:
  • PERNYATAAN : Anda perlu memosisikan tubuh sejajar dengan monitor.
  • PERINTAH : Posisikan tubuh sejajar dengan monitor.

b. Penggunaan Bentuk Pasif (untuk proses)

Penggunaan bentuk pasif dalam teks prosedur biasanya untuk memberi saran tambahan atau peringatan supaya tidak terjadi kesalahan fatal/ membahayakan.

Contoh:
  • AKTIF : Anda sebaiknya menekan tombol keyboard dengan lembut.
  • PROSES PASIF : Tombol keyboard sebaiknya ditekan dengan lembut.

c. Penggunaan kriteria/ batasan

Contoh:
  • TANPA BATASAN : Angkat kaki kanan.
  • DENGAN BATASAN : Angkat kaki kanan setinggi lutut.
  • DENGAN BATASAN : Langkahkan kaki kanan dua kali dan pada hitungan 4 bertepuk tangan.

d. Penggunaan kata keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan pada teks prosedur

Adverbia atau kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain, seperti verba (kata kerja) atau adjektiva (kata sifat).

Adverbia yang banyak digunakan pada teks prosedur adalah keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan.

Keterangan cara

Adverbial ini menambah keterangan cara pada kegiatan atau peristiwa yang terjadi (dengan, dan secara).
contoh: 
  • Bungkuslah adonan dengan rapat.
  • Talikan rafia dengan cara menyilang

Keterangan alat

Adverbial ini menjelaskan alat yang digunakan pada sebuah kegiatan atau peristiwa, misalnya dengan … , menggunakan … , dengan menggunakan …

contoh: Para penebang kayu itu menebang pohon dengan gergaji mesin

Keterangan tujuan

Adverbial ini menambahkan informasi tujuan pada kalimat, misalnya untuk, supaya, dan, agar.

Contoh: Malam jangan terlalu panas agar tidak merusak kain

Keterangan derajat / kuantitas

Kata ini menambahkan keterangan kuantitas pada sebuah kalimat yang disertainya
Contoh:
  • Setelah dicelup, angkat kain secepatnya.
  • Langkahkan kaki dua langkah ke kanan dan hitungan keempat tepuk tangan satu kali.

Keterangan syarat

Kata keterangan ini menambahkan keterangan syarat terjadinya suatu peristiwa (jika).
contoh: Jika malam yang digunakan pada canting terlalu panas akan merusak kain.

Keterangan akibat

Kata keterangan ini menambah keterangan akibat yang ditimbulkan dari sebuah peristiwa/kegiatan (hingga, akibatnya, sehingga, sampai, menjadi).

contoh: 
  • Goreng adonan hingga kecokelatan.
  • Ulangi kegiatan sampai bahan habis.

e. Menggunakan Kalimat Saran/ Larangan

Teks prosedur juga menggunakan saran, keharusan, dan larangan agar tidak menimbulkan bahaya.

Penggunaan kata/frase hubung: sebaiknya, hindari, jangan, jika tidak … atau kecuali jika, sebaiknya.

Penekanan ini juga dapat dinyatakan dengan cara berikut: 
Jika kamu tidak (kecuali jika kamu) melakukan secara perlahan akan membahayakan otot leher

contoh lain:
  • Untuk mencapai hasil terbaik, gunakan bambu yang sudah dikeringkan minimal selama 1 tahun. 
  • Ingat jangan lakukan gerakan secara cepat. Jika terlalu keras Anda menggerakkan leher, otot leher akan rusak.

f. Menggunakan Kata Penghubung, Pelesapan, Kata Acuan

Langkah dalam panduan dapat dihubungkan dengan ungkapan seperti kemudian, sekarang, berikutnya, setelah ini.

Pelesapan adalah penghilangan bagian tertentu yang sama dan sudah disebutkan sebelumnya.

contoh : Aduk terus (tepung dan santan yang dimasak) hingga mengental dan berwarna kecokelatan.

bagian bercetak tebal dilesapkan (tidak disebut)

g. Penggunaan Akhiran –i dan akhiran –kan pada Teks Prosedur

Akhiran i dipakai jika objek dalam kalimat tidak bergerak. Akhiran –kan dipakai jika objek bergerak.

Contoh:
  • Lumuri loyang dengan mentega
  • Lumurkan mentega pada loyang
Download Rangkuman Materi Pelajaran Tingkat SMP dan SMA 

Buka/Unduh


D. Menulis dan Memperagakan Teks Prosedur

1. Latihan Membuat Teks Prosedur

Struktur teks prosedur

Judul
  • Dapat berupa nama benda/sesuatu yang hendak dibuat/ dilakukan 
  • Dapat berupa cara melakukan/menggunakan sesuatu
Pengantar yang menyatakan tujuan penulisan
  • Dapat berupa pernyataan yang menyatakan tujuan penulisan 
  • Dapat berupa paragraf pengantar yang menyatakan tujuan penulisan
Bahan atau alat untuk melaksanakan suatu prosedur
  • Dapat berupa daftar/rincian 
  • Dapat berupa paragraf 
  • Pada teks prosedur tertentu, misalnya prosedur melakukan sesuatu, tidak diperlukan bahan/alat
Langkah/tahapan dengan urutan yang benar
  • Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan penomoran
  • Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan kata yang menunjukkan urutan: pertama, kedua, ketiga, dst. 
  • Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan kata yang menunjukkan urutan waktu: sekarang, kemudian, setelah itu, dst.
Tahapan biasanya dimulai dengan kata yang menunjukkan perintah: tambahkan, aduk, tiriskan, panaskan, dll.

2. Teks Prosedur secara Lisan

Menyajikan teks prosedur sama halnya seperti seorang pemandu memasak atau pemandu senam yang sedang memeragakan cara membuat sesuatu atau cara menggunakan suatu alat dengan berbicara atau hanya lewat lisan dengan membaca teks maupun tanpa teks.


E. Contoh Teks Prosedur

Contoh 1

Mematikan Komputer dengan Benar

Teks Prosedur Matikan komputer


Perlu belajar mematikan komputer secara benar sehingga tidak cepat rusak dan berdampak negatif. Untuk mematikan komputer ada beberapa tahap yang harus diperhatikan.
  1. Tutup semua aplikasi yang Anda gunakan.
  2. Klik menu Start (XP)/Logo Windows (7) di pojok kiri bawah.
  3. Pilih Shut down dan tunggu beberapa saat hingga komputer Anda benar-benar mati.
  4. Setelah komputer benar-benar mati, kemudian tekan tombol pada monitor dan speaker, stabilizer dan perangkat komputer lainnya.
  5. Setelah itu baru cabut kabel dari stop kontak. Hal ini bertujuan untuk menghemat daya dan mengantisipasi terjadinya korsleting listrik.
Selamat mematikan komputer secara benar


Contoh 2

Cara Mencuci Tangan dengan Baik dan Benar

Teks Prosedur cucu tangan


Setiap orang harus memperhatikan dan menjaga kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan diri sendiri.

Menjaga kesehatan ternyata tidaklah sulit.

Kita bisa melakukannya dengan kegiatan sederhana yaitu mencuci tangan. Apakah kamu sudah mengetahui cara mencuci tangan yang baik dan benar?

Berikut ini akan dipaparkan cara mencuci tangan yang baik dan benar.
  1. Basahilah tangan hingga pergelangan dengan air yang mengalir, kemudian tuangkan sabun ke telapak tangan dua sampai tiga tetes. 
  2. Gosoklah telapak tangan secara perlahan dengan gerakan memutar empat ruas jari tangan yang lain hingga sabun berbusa dan lakukan secara bergantian. 
  3. Gosoklah punggung tangan dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan, begitu juga sebaliknya secara perlahan. 
  4. Gosoklah telapak tangan dan sela-sela jari dengan menyelipkan jari di masing-masing ruas jari.
  5. Pasangkan kedua tangan dengan posisi tangan kanan di atas hingga jari-jari tangan dalam keadaan saling mengunci, lalu gosoklah secara perlahan dan ulangi gerakan tersebut dengan posisi tangan kiri di atas. 
  6. Gosoklah ibu jari tangan sebelah kiri dengan gerakan memutar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan gerakan serupa pada ibu jari tangan sebelah kanan. 
  7. Gosoklah telapak tangan kiri dengan gerakan memutar ujung jari-jari tangan kanan begitu juga sebaliknya dengan telapak tangan kanan. 
  8. Bilaslah kedua tangan dengan air yang mengalir hingga busa hilang. 
  9. Keringkan tangan dengan handuk atau tisu sekali pakai sampai benarbenar kering. 
  10. Gunakan handuk atau tisu tersebut untuk menutup kran hingga air berhenti mengalir.
Menjaga kesehatan hanya perlu beberapa menit dimulai dari mencuci tangan. Mencuci tangan sebentar, tetapi berbagai penyakit bisa kita hindari.


Contoh 3

Cara Membuat Bubur

Resep Bubur


Menu sarapan super sehat dan kaya serat. Penambahan singkong dan ubi ungu, selain untuk memperkaya warna dan gizinya, juga membuat tekstur bubur beras merah ini lebih pulen.

Bahan-bahan
  • 400 gram nasi merah 
  • 200 gram singkong, cuci, potong dadu 
  • 200 gram ubi ungu, cuci, kupas, potong dadu 
  • 2 batang sereh digeprek 
  • 1 ikat kangkung, cuci, petik daunnya, rajang kasar 
  • 1 ikat bayam, cuci, petik daunnya 
  • 1 buah jagung manis, dipipil 
  • 1500 ml air 

Langkah Pembuatan
  1. Didihkan air, masukkan berurutan nasi merah, singkong, ubi, jagung pipil dan sereh. Aduk sampai bubur mengental. 
  2. Tambahkan kangkung dan bayam, aduk beberapa saat, jangan sampai terlalu layu. 
  3. Angkat dan hidangkan panas, ditemani ikan asin dan kerupuk

Mudah, murah, dan sekaligus sehat. Sarapan sehat dengan menu makanan tradisional yang telah dikreasikan. 

Selamat mencoba!


Materi Bab 3 Mewariskan Budaya Melalui Teks Prosedur Bahasa Indonesia Kelas 7
Sumber: Buku Bahasa Indonesia Kelas 7

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel