Model Pembelajaran PAIKEM pada Pelajaran Sastra - erapandu

Model Pembelajaran PAIKEM pada Pelajaran Sastra

 Model pembelajaran PAIKEM

Model pembelajaran PAIKEM - Pembelajaran yang aktif menghendaki keaktifan siswa baik berupa keaktifan fisik maupun keaktifan psikis dalam memperoleh pemahaman.


Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh

Download Kumpulan Referensi 

Buka/Unduh

A. Pengertian PAIKEM

PAIKEM adalah proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak, mengembangkan kreatifitas sehingga efektif tetapi menyenangkan (Sufanti, 2009: 14 ).

Pembelajaran yang aktif menghendaki keaktifan siswa baik berupa keaktifan fisik maupun keaktifan psikis dalam memperoleh pemahaman.

Pembelajaran dilakukan dengan mengembangkan kreativitas secara optimal potensi-potensi yang dimiliki siswa. Keaktifan dan kreatifitas ini semua diarahkan dalam pencapaian tujuan atau kompetensi.

PAIKEM singkatan dari "Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan".
Istilah ini jika ditafsirkan dari makna-makna katanya dapat dipaparkan berikut ini:

1. Pembelajaran Aktif

Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, bekerja, melaksanakan pekerjaan dan tidak diam saja.

Guru juga aktif dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif agar siswa mampu belajar secara optimal dengan berbagai usaha, carastrategi, media dan sebagainya (Sufanti, 2009: 47).

2. Inovatif

Pembelajaran yang inovatif diwarnai adanya aktifitas, sumber belajar, suasana belajar, media belajar, dan sebagainya yang memperkenalkan, memanfaatkan dan menemukan hal-hal baru. 

Contoh guru menerapkan metode mengajar yang belum pernah diterapkan, sehingga siswa juga berubah (Sufanti, 2009: 47).

3. Kreatif

Kreatif memiliki daya cipta (memiliki kemampuan untuk menciptakan) bersifat mengandung daya cipta. 

Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Pembelajaran yang kreatif mampu membangkitkan guru dan siswa menciptakan sesuatu (Sufanti, 2009: 47).

4. Efektif

Pembelajaran efektif artinya pembelajaran yang mampu mencapai kompetensi dasar secara optimal dengan proses yang mudah. 

Pembelajaran yang efektif dapat tercapai manakala kompetensi dasarnya jelas, cara meraihnya sesuai dengan kompetensi dan menggunakan penilaian autentik (Sufanti, 2009: 47).

5. Menyenangkan

Pembelajaran menyenangkan menjadikan senang, membuat bersuka hati, membangkitkan rasa senang, menyukai (Alwi, 2002: 132). 

Pembelajaran menyenangkan berarti pembelajaran yang diciptakan dalam suasana yang nyaman, meriah, gembira, riang, yang membuat siswa betah belajar tidak tertekan, tidak menakutkan, dan tidak terpaksa.

Dapat disimpulkan bahwa PAIKEM adalah pembelajaran yang diciptakan oleh guru yang mampu membuat siswa aktif belajar, munculnya inovasi-inovasi yang terus-menerus mengembangkan kreatifitas siswa mampu mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkam tetapi dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan (Sufanti, 2009: 47).

PAIKEM singkatan dari "Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan".

B. Karakteristik PAIKEM

Suparlan (Sufanti, 2009: 54), menyatakan bahwa secara fisikal, ada beberapa ciri menonjol yang tampak secara kasat mata dalam proses pembelajaran dengan menggunakan PAIKEM yang dipaparkan sebagai berikut:
  1. Adanya sumber belajar yang beraneka ragam dan tidak mengandalkan buku sebagai satu-satunya sumber belajar;
  2. Sumber belajar yang beraneka ragam tersebut kemudian didesain dengan skenario pembelajaran dengan berbagai kegiatan. Hasil kegiatan belajar mengajar kemudian dipajang di tembok kelas, dan di papan tulis.
  3. Secara individual siswa maupun kelompok mengembangkan semaksimal mungkin kreatifitasnya.
  4. Kegiatan belajar mengajar bervariasi secara aktif, dengan kegiatan individual, berpasangan, dan berkelompok untuk mengerjakan tugas yang telah disepakati.
  5. Siswa secara individual maupun kelompok mengembangkan semaksimal mungkin kreativitasnya.
  6. Dalam melaksanakan kegiatan yang beraneka ragam, siswa tampak antusiasdan rasa senang.
  7. Pada akhir pembelajarana, semua siswa melakukan refleksi, yakni menyampaikan kesan dan harapan terhadap pembelajaran yang baru saja diikuti.

C. Waktu Pembelajaran Sastra

Waktu yang digunakan dalam pembelajaran sastra dapat diatur sesuai kedalaman materi. Seorang guru harus bisa mengatur dan menggunakan waktu tepat dengan kedalaman materi yang digunakan adalah dua kali pertemuan, satu jam pelajaran 45 menit. 

Satu kali pertemuan, dua jam pelajaran 90 menit, jadi dua kali pertemuan memerlukan waktu 180 menit.

D. Sumber belajar atau Media

Sumber belajar atau media belajar dalam pembelajaran sastra:


1. Buku pembelajaran Bahasa Indonesia diwajibkan

Buku bahasa Indonesia SMA yang terkait dengan unsur-unsur instrinsik khususnya tentang nilai-nilai pendidikan karakter dapat digunakan sebagai sumber belajar.

2. Buku pelengkap

Buku pelengkap sebagai acuan materi belajar harus mendukung dari segi isi dan manfaat dari buku tersebut. Isi buku tersebut benar-benar mendukung materi yang sedang dipelajari.

3. Karya Sastra

Novel sebagai karya sastra sangat baik sebagai sumber belajar apresiasi sastra. Siswa dapat secara langsung mengidentifikasi novel secara keseluruhan, baik unsur instrinsik diutamakan novel yang mempunyai kadar estetik artinya novel tersebut adalah novel sastra.

Referensi: 
Sufanti, Main. 2012. Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Anang Famuji, 2016

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel