Kajian Stilistika Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail - erapandu

Kajian Stilistika Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

 Kajian Stilistika Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

Kajian Stilistika Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail - Karya Ilmiah : Pamungkas, 2017.


Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh


Syair Orang Lapar

Karya Taufik Ismail


Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Lapar lautan pidato
Ranah dipanggang kemarau
Ketika berduyun mengemis
Kesinikan hatimu
Kuiris
Lapar di Gunungkidul
Mayat dipanggang kemarau
Berjajar masuk kubur
Kauulang jua
Kalau.

A. Parafrase Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

Dalam memahami puisi ada banyak hal yang bisa digunakan oleh pembaca, seperti pembacaan heuristik dan hermanitik. Namun penggunaan lapis arti pun dianggap menjadi yang paling mudah. Hal ini dikarenakan pemaknaan puisi secara lebih lengkap dengan membuat sebuah puisi dengan bahasa yang padat menjadi sebuah prosa yang lebih jelas menceritakkan isi puisi. Kegiatan memprosakan puisi lazim disebut parfrase.

Puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail menggambarkan di masa banyak peristiwa-peristiwa yang tidak makmur dan kehidupan sensara. hak hidup manusia seperti halnya pembunuhan yang terjadi ditiap daerah, penindasan terhadap golongan, diskriminasi terhadap kalangan dan kejadian-kejadian yang tidak manusiawi terjadi masa itu, dampaknya kemelaratan dan kelaparan terjadi dimana-mana. Perasaan pilu yang mendalam dalam puisi tersebut, keadaan yang miris sekali adanya penindasan yang terjadi di masa itu.

Keadaan yang begitu banyak orang merasakan kelaparan, ketidak adilan, dan ditambah dengan musim kemarau yang membuat banyak orang merasakan panas yang seakan membakar kehidupannya. Pengaranga begitu merasakan kesensaraan pada manusia pada waktu itu. Keadaan yang begitu menyiksa dalam kehidupan umat manusia.

Download Kumpulan Referensi 

Buka/Unduh


B. Pembahasan Kajian Stilistika pada Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

1. Penggunaan Diksi pada Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

Diksi adalah pilihan kata yang dipilih oleh seorang penyair agar karya yang disajikan lebih menarik dari segi kata-kata. Diksi digunakan untuk mengganti kata yang kurang menarik atau biasa dengan kata yang berkonotasi bagus.

Pada puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail menggunakan kata-kata sehari-hari, tetapi bahasa yang digunakan sulit untuk dipahami. Banyak penggunaan kata-kata konotasi untuk mengungkapkan sesuatu. Misalnya:

“Kentang dipanggang kemarau”

Lirik di atas mengungkapkan betapa sensaranya karena tidak punya apa-apa lagi sampai memasak kentang dengan panasnya kemarau.

“Lapar lautan pidato”

Lirik puisi di atas mengungkapkan begitu banyak orang yang merasakan kelaparan dan meminta belas kasihan agar bisa makan.

Kata-kata yang digunakan pada puisi juga menggunakan kata-kata atau bahasa asing seperti “ranah”,“berduyun”“jua”, sehingga diksi yang dipilih harus menghasilkan pengimajian, agar kata-kata menjadi lebih konkret. Kata-kata pada puisi menggambarkan kesensaraan, kesedihan, kelaparan pada suatu kelompok masyarakat bawah.

Dapat disimpulkan bahwa pemilihan kata pada puisi Syair Orang Lapar banyak menggunakan kata konotasi yang sulit dipahami, kata-kata pada puisi juga menggunakan kata asing yang jarang ditemui pada kehidupan sehari-hari.

2. Penggunaan Citraan pada Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

Citraan adalah salah satu sarana kepuitisan yang digunakan oleh penyair untuk memperkuat gambaran pikiran dan perasaan pembaca.

Citraan yang digunakan pada puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail diantaranya yaitu:

a. Citraan Penglihatan

“Kentang dipanggang kemarau”
“Ranah dipanggang kemarau”
“Ketika berduyung mengemis”


b. Citraan Gerak

“Kuguratkan kertas”
“Kuiris”

c. Citraan Perasaan

“Lapar menyerang desaku”
“Risau”
“Lapar lautan pidato”

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail terdapat pemangfaatan citra penglihatana, gerak, dan perasaan penyair.

3. Penggunaan Kata-kata Konkret pada Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

Kata konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan muncul imaji. Pada puisi Syair Orang Lapar terdapat kata-kata konkret yang digunakan untuk mendapatkan imajinasi pada puisi. Seperti:

“Lapar menyerang desaku”

Penggunaan kata “menyerang” menggambarkan terjadi krisis makanan pada sebuah desa yang membuat banyak orang kelaparan.

“Kesinikan hatimu”

Penggunaan kata “hatimu” menggambarkan tentang butuhnuya kepedulian orang-orang yang kaya untuk membantu orang-orang miskin yang sedang kelaparan.

Kata konkret yang digunakan kebanyakan menggunakan bahasa pada kehidupan sehari-hari, tetapi ada juga yang menggunakan bahasa asing seperti “menggurat” yang dimaksut “menggoreskan”“berduyun” yang dimaksud “berbondong-bondong”“jua” yang di maksud “juga”.

4. Penggunaaan Bahasa Figuratif pada Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

Bahasa figuratif atau sering disebut dengan majas yaitu sebuah bahasa kiasan atau makna yang tak sebenarnya. Pada puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail, banyak menggunakan bahasa figuratif jenis kiasan, seperti:

Penggunaan majas metafora

“Lapar lautan pidato”

Pada lirik di atas membandingkan dengan “lautan pidato” untuk menggambarkan keadaan banyak orang yang merasakan kelaparan.

“Kentang dipanggang kemarau”

Pada lirik di atas banyak membandingkan keadaan yang begitu sulit sampai tidak punya apa-apa lagi untuk melakukan apapun.


Penggunaan majas alegori


“Lapar di Gunungkidul
Mayat dipanggang kemarau
Berjajar masuk kubur
Kauulang jua”


Pada bait di atas, mengisahkan keadaan di daerah gunung kidul yang sedang di landa kemiskinan, musim kemarau yang panjang membuat orang-orang begitu merasakan kekeringan dan kepanasan. Banyak korban yang meninggal akibat dari itu semua.


Penggunaan majas Hiperbola

“Lapar lautan pidato”

Pada lirik di atas kata “lautan” melebih-lebihkan yang mempunyai maksud kerumunan orang-orang yang berkumpul jadi satu.


“Kentang dipanggang kemarau”
“ranah dipanggang kemarau”
“Mayat dipanggang kemarau”


Pada lirik di atas menjelaskan banyak lirik pada puisi yang melebih-lebihkan menggunakan bahasa “dipanggang kemarau” yang mempunyai maksud keadaan musim kemarau yang begitu panas.


Padat disimpulkan bahwa pada puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail ditemukan bahasa kiasan berjenis Metafora, alegori, dan hiperbola. Mungkin juga terdapat jenis kiasan yang lainnya, karena yang digunakan pada kajian ini hanya kelompok jenis majas perbandingan.

5. Penggunaaan Rima dan Ritma pada Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir sajak. Ritma adalah Bunyi-bunyi yang berulang, pergantian yang teratur, dan variasi-variasi bunyi yang menimbulkan suatu gerak yang teratur.

Rima yang terdapat pada puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail lebih dominan pada huruf /u/.

"Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau"


Pada bait di atas, pada akhiran baris puisi terdapat pengulangan vokal /u/, namun tidak semuanya berakhiran huruf /u/ membuat rima pada bait di atas tidak sempurna.


Selain berkhiran /u/, puisi ini juga berakhiran /s/


Kuguratkan kertas (baris ke-4)
Ketika berduyun mengemis (baris ke-8)
Kuiris (baris ke-10)


Pada puisi ini juga menggunakan aliterasi /a/ yang sering digunakan pada setiap barisnya seperti:


"Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Lapar lautan pidato
Ranah dipanggang kemarau
….
Lapar di Gunungkidul
Mayat dipanggang kemarau
Kauulang jua"


Penggunaan gaya bunyi pada puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail dengan variasi dan rima pada puisi tersebut menimbulkan sebuah irama yang menciptakan sebuah irama yang indah.

C. SIMPULAN

Analisis stilistika yang dilakukan pada puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail didapati penggunaan dalam unsur fisik puisi tersebut.

Diksi yang digunakan pada puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail menggunakan kata-kata konotasi yang sulit untuk dipahami. Kata-kata pada puisi juga menggunakan kata asing yang jarang ditemui pada kehidupan sehari-hari.

Puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail terdapat pemangfaatan citra penglihatana, citra gerak, dan citra perasaan penyair yang dituangkan dalam karya puisi tersebut.

Kata konkret yang digunakan kebanyakan menggunakan bahasa pada kehidupan sehari-hari, tetapi ada juga yang menggunakan bahasa asing seperti “menggurat” yang dimaksut “menggoreskan”“berduyun” yang dimaksud “berbondong-bondong”“jua” yang di maksud “juga”.

Kata figuratif puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail ditemukan bahasa kiasan berjenis Metafora, alegori, dan hiperbola. Mungkin juga terdapat jenis kiasan yang lainnya, karena yang digunakan pada kajian ini hanya kelompok jenis majas perbandingan.

Penggunaan rima pada puisi Syair Orang Lapar karya Taufik Ismail terdapat pengulangan akhiran vokal /u/, namun tidak semuanya berakhiran huruf /u/ membuat rima pada bait di atas tidak sempurna. Dan mendapat aliterasi /a/ pada setiap barisnya. Dengan variasi dan rima pada puisi tersebut menimbulkan sebuah irama yang menciptakan sebuah irama yang indah.


DAFTAR PUSTAKA

Badudu, Aziz. 2015. NILAI IMPRESIF SYAIR ORANG LAPAR DI ERA TIRANI. http://serabutjangkarmata45.blogspot.co.id.
Endraswara, Suwardi. 2011.Metodelogi Penelitian Sastra.Yogyakarta: CAPS.
Fransori, Arina. 2017. ANALISIS STILISTIKA PADA PUISI PEMINTA-MINTA KARYA CHAIRIL ANWAR. DEIKSIS.
Nugroho. 2016. Ringkasan dan Analisis Puisi Karangan Bunga Karya Taufik Ismail. https://beamingnotes.com.
Nurhayati. 2008. Teori dan Aplikasi Stilistik. Penerbit Unsri.


Kajian Stilistika Puisi Syair Orang Lapar Karya Taufik Ismail

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel