Jenis-jenis Makna Menurut Abdul Chaer - erapandu

Jenis-jenis Makna Menurut Abdul Chaer

 Jenis-jenis Makna

Jenis-jenis makna - Jenis atau tipe makna dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria dan sudut pandang.

Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK  Buka
Download Buku Pelajaran  Buka/Unduh
Download Modul Ajar  Buka/Unduh


Pateda (1986) secara alfebetis telah mendaftarkan adanya 25 jenis makna. Sedangkan Leech (1976) yang karyanya banyak dikutip orang dalam studi semantik telah membedakan adanya 7 tipe makna.

Berdasarkan jenis semantik, referen sebuah kata/leksem, nilai rasa pada kata/leksem, ketepatan makna, dan berdasarkan kriteria lain atau sudut pandang lain. 

Jenis-jenis Makna

A. Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

1. Makna Leksikal

Makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referensinya, degan hasil observasi alat indra, dan makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita tanpa memerlukan konteks.
Contoh:

  • Tikus : Binatang yang dapat menyebabkan firus
  • Kursi : tempat duduk

2. Makna Gramatikal

Makna gramatikal adalah makna yang berakibat adanya proses imbuhan seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.

Imbuhan tersebut menimbulkan makna baru dan bergantung pada sebuah kalimat atau konteksnya.

Contoh:

  • Batu seberat itu akhirnya terangkat juga
  • Ketika balok itu ditarik, papan itu terangkat keatas

Kata “terangkat” pada contoh (a) bermakna “dapat”. Pada contoh (b) bermakna “tidak sengaja”.

B. Makna Referensial dan Makna Nonreferensial

1. Makna Referensial

Makna referensial adalah makna suatu bahasa yang mempunyai referensinya.

Contoh:
  • Meja, Kursi
Kata “meja” dan “kursi” mempunyai referensi yaitu sebuah perabotan rumah tangga.

2. Makna Nonreferensial

Makna nonreferensial adalah makna suatu bahasa yang tidak mempunyai referensinya, seperti kata preposisi dan konjungsi.

Contoh:
  • Karena, tetapi, dan
Kata di atas hanya sebagai fungsi dan tugas, tidak mempunyai referensinya.

Download Kumpulan Referensi 

Buka/Unduh

C. Makna Denotasi dan Makna Konotasi

1. Makna Denotasi (Makna Dasar)
Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya tanpa adanya nilai rasa, makna yang sesuai dengan observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman lainnya. 

Makna denotasi sama dengan makna referensial.

Contoh:
  • Wanita dan Perempuan
Kata “wanita” dan “perempuan” mempunyai makna denotasi yang sama, yaitu seorang manuasia yang bukan jenis laki-laki.

2. Makna Konotasi

Makna konotasi adalah makna yang memiliki nilai rasa, baik positif maupun negatif.

Contoh:
  • Wanita dan Perempuan
Kata “wanita” dan “Perempuan” mempunyai makna dasar sama yaitu seorang manusia yang bukan jenis laki-laki. Namun, kata “wanita” memiliki makna konotasi seorang bukan laki-laki yang berpendidikan, memiliki nilai rasa tinggi. 

Sedangkan kata “perempuan” memiliki makna konotasi seorang manusia bukan laki-laki yang tidak berpendidikan, memiliki nilai rasa rendah.

D. Makna Kata dan Makna Istilah

1.     Makna Kata

Makna kata adalah makna makna yang masih bersifat umum, dapat menjadi jelas jika sudah digunakan pada suatu kalimat atau konteksnya.

Contoh:
  • Tahanan
Kata “tahanan” mempunyai makna kata seperti “orang yang ditahan”“perbuatan menahan”. Dapat bermakna jelas jika sudah dijadikan kalimat.

2.  Makna Istilah

Makna istilah adalah makna yang tetap atau pasti, tanpa membutuhkan kalimat atau konteksnya.

Contoh:
  • Tahanan
Pada bidang hukum, kata “tahanan” menjani istilah yang bermakna “orang yang di tahan”.

E. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif

1.     Makna Konseptual

Makna konseptual adalah makna yang sesuai dengan konsepnya atau dengan referensinya, dan makna yang bebas dengan hubungan apapun. 

Makna konseptual sama dengan makna referensial, makna leksikal, dan makna denotative.

Contoh:
  • Lari : mempunyai makna “berjalan kencang”
  • Kursi: mempunyai makna “tempat duduk”

2.     Makna Asosiatif

Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki pada sebuah kata yang memiliki hubungan dengan keadaan di luar bahasa. 

Makna asosiatif dapat disebut dengan pelambangan-pelambangan bahasa yang digunakan oleh masyarakat untuk menyatakan konsep lain.

Contoh:
  • Melati : mempunyai makna asosiatif “suci”
  • Meras : mempunyai makna asosiatif “berani”

F. Makna Ideomatikal dan Makna Peribahasa

1.     Makna Ideomatikal

Makna ideomatikal adalah makna subuah satuan bahasa (kata, frasa, kalimat) yang menyimpang dari makna leksikal atau makna gramatikal unsur-unsur bentuknya. 

Makna idiom terbagi menjadi dua, yaitu idiom penuh dan idiom sebagian.

Contoh:

Makna idiom penuh
  • Banting tulang : Pekerja keras
  • Panjang Tangan : Mencuri

Makna idiom sebagian
  • Korang kuning : korang berisi berita sensasi
  • Daftar hitam : daftar berisi nama-nama mencurigakan

2.     Makna Peribahasa

Makna peribahasa adalah makna yang dapat diramalkan karena adanya asosiasi atau tautan antara makna leksikal dan gramatikal unsur-unsur pembentuk peribahasa itu dengan makna lain yang menjadi tautannya.

Contoh:
  • Bagai anjing dan kucing : tidak pernah rukun
  • Besar pasak dari pada tiang : pengeluaran lebih besar dari pada pendapatannya.

G. Makna Kias

Makan kias adalah makna sebuah bentuk bahasa (kata, frasa, kalimat) yang tidak merujuk pada arti yang sebenarnya.

Contoh:
  • Banting tulang : bekerja keras
  • Besar mulut : pembohong
  • Gulung tikar : bangkrut

Berikut telah dijelaskan sedikit tentang beberapa jenis-jenis makna. Akan tetapi masih ada jenis-jenis makna yang belum di sebutkan di atas, seperti pada bukunya Chaer (2009) juga menjelaskan jenis makna lokusi, Ilokusi, dan perlokusi. 



Referensi : Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel